Partai Putin Unggul Pemilu, Oposisi Rusia Tuduh Kecurangan Massal

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 20 Sep 2021 17:52 WIB
Rakyat Rusia menyalurkan hak pilihnya dalam pemilu legislatif di Rusia, (17/9). Pemilu di negara tersebut digelar 3 hari untuk memilih anggota majelis rendah.
Proses pemungutan suara dalam pemilu parlemen Rusia (dok. AP/Sergei Rusanov)
Moskow -

Oposisi Rusia menuduh pemerintah melakukan kecurangan massal karena hasil pemilu parlemen menunjukkan Partai United Russia yang mendukung Presiden Vladimir Putin unggul dalam perolehan suara sementara.

Seperti dilansir AFP, Senin (20/9/2021), pemungutan suara selama tiga hari telah diakhiri pada Minggu (19/9) waktu setempat, menyusul penindakan keras terhadap para pengkritik Putin dan saat polling jelang pemilu yang menunjukkan popularitas Partai United Russia berada di level terendah dalam sejarah.

Namun hasil sementara menunjukkan Partai United Russia masih meraup mayoritas dua pertiga dalam majelis rendah State Duma, dengan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Partai United Rusia, Andrei Turchak, mengklaimnya sebagai 'kemenangan yang meyakinkan dan bersih'.

Turchak menuturkan kepada wartawan setempat bahwa partainya mendapatkan 120 kursi dari kategori partai dan 195 kursi kategori individu -- total 315 kursi dari 450 kursi Duma didapatkan Partai United Russia.

Peroleh kursi itu tergolong menurun jika dibandingkan sebelumnya saat Partai United Rusia meraup 334 kursi Duma. Kendati demikian, perolehan 315 kursi masih cukup bagi Partai United Russia untuk memuluskan legislasi utama termasuk perubahan Konstitusi Rusia.

Dengan 85 persen suara telah dihitung hingga Senin (20/9) pukul 07.00 GMT, Partai United Russia memimpin dengan 49,76 persen suara yang diikuti oleh Partai Komunis dengan 19,61 persen suara.

Angka itu berada di atas prediksi lembaga-lembaga survei yang memperkirakan Partai United Russia menang dengan perolehan sekitar 30 persen suara.