Afghanistan Timur Diguncang 5 Ledakan Bom, 3 Orang Tewas

Syahidah Izzata Sabiila - detikNews
Minggu, 19 Sep 2021 12:44 WIB
Ilustrasi: pembunuhan, mayat, bunuh diri, garis polisi, police line
Afghanistan Timur Diguncang 5 Ledakan Bom, 3 Orang Tewas (Foto: Ilustrasi/Thinkstock)
Jalalabad -

Serangkaian ledakan terjadi di kota Jalalabad, Afghanistan Timur. Akibatnya, tiga orang tewas dan sekitar 20 orang terluka.

Seperti dilansir Reuters, Minggu (19/9/2021) menurut sumber dari rumah sakit dan saksi mata, terjadi lima ledakan yang menewaskan korban jiwa pada Sabtu (18/9) waktu setempat. Sumber lainnya mengatakan anggota Taliban termasuk di antara korban.

Ada pula yang menyebut bom menargetkan kendaraan milik Taliban. Juru bicara Taliban belum angkat suara soal ledakan tersebut.

Diketahui Jalalabad adalah ibu kota provinsi Nangarhar, yang merupakan benteng bagi kelompok Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) Khorasan atau ISIS-K, yang telah aktif sejak jatuhnya Kabul ke tangan Taliban.

Sebelumnya, pesawat tak berawak (drone) milik Amerika Serikat (AS) menyerang Kabul pada Minggu (29/8). Serangan drone dilancarkan terhadap pengebom bunuh diri dari ISIS-K yang disebut akan menyerang proses evakuasi yang masih berlangsung di Bandara Kabul.

Akibat insiden tersebut, 10 warga sipil Kabul tewas, di mana sembilan orang yang masih satu keluarga di antaranya menjadi korban. Informasi yang didapat dari saudara laki-laki salah satu korban tewas menyebut bahwa sembilan orang yang tewas termasuk enam anak-anak, dengan yang termuda berusia 2 tahun. Saudara laki-laki korban itu mengungkapkan informasi itu kepada seorang wartawan lokal yang bekerja dengan CNN.

Diketahui salah satu dari mereka yang tewas dalam serangan drone itu adalah seorang pria Afghanistan yang bekerja untuk kelompok kemanusiaan AS, Ezmarai Ahmadi. Saudara Ahmadi, Aimal, mengatakan kepada AFP bahwa mobil itu dipenuhi anak-anak yang berpura-pura sedang bepergian di dalam mobil yang diparkir.

"Itu membunuh mereka semua. Saudara laki-laki saya dan keempat anaknya terbunuh. Saya kehilangan putri kecil saya... keponakan-keponakan," kata Aimal.

(izt/gbr)