Sekolah Dasar Dibuka di Kabul, Siswi Perempuan Mulai Masuk Kelas Terpisah

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 19 Sep 2021 12:05 WIB
Taliban izinkan perempuan di Afghanistan bersekolah. Namun ada sejumlah persyaratan yang diberikan, salah satunya ruang kelas akan dipisahkan berdasarkan gender
Sekolah Dasar Dibuka di Kabul, Siswi Perempuan Mulai Masuk Kelas Terpisah -- ilustrasi (Foto: AP Photo/Felipe Dana)
Jakarta -

Sekolah Dasar di Afghanistan sudah mulai kembali dibuka. Siswi perempuan mulai bersekolah dengan aturan yang berbeda pasca Taliban berkuasa.

Diketahui mulai Sabtu (18/9) lalu, siswi perempuan di tingkat sekolah dasar sudah kembali bersekolah, terpisah dengan siswa laki-laki. Hal ini berbeda dengan nasib siswi di sekolah menengah yang masih cemas menanti nasib dan bertanya-tanya apakah dan kapan mereka dapat melanjutkan studi kembali.

Sejak sebulan lalu, sebagian besar sekolah di ibu kota Kabul tutup pasca Taliban merebut kekuasaan. Pejabat Taliban mengatakan mereka tidak akan kembali ke kebijakan fundamentalis di masa lampau dan berjanji bahwa anak perempuan akan dapat belajar, namun hanya di ruang kelas yang terpisah.

Nazife, seorang guru di sebuah sekolah swasta di Kabul yang memiliki ruang kelas campuran sebelum pengambilalihan Taliban, mengatakan mereka telah membuat perubahan kebijakan agar sekolah bisa kembali dibuka.

"Anak perempuan belajar di pagi hari dan anak laki-laki di sore hari," katanya. "Guru laki-laki mengajar anak laki-laki dan guru perempuan mengajar anak perempuan." lanjutnya.

Meski sudah dimulai, masih belum diketahui apakah murid sekolah menengah juga dapat kembali bersekolah.

Pada Jumat (17/9) lalu, Kementerian Pendidikan Taliban mengatakan sekolah menengah khusus siswa laki-laki akan segera dibuka kembali. Namun pihaknya tidak menyebutkan untuk siswi perempuan.

"Semangat mereka turun dan mereka menunggu pengumuman pemerintah agar mereka bisa melanjutkan sekolah," kata Hadis Rezaei, yang mengajar murid perempuan tingkat menengah di sekolah itu.

Menjawab kekhawatiran tersebut, juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid mengatakan kepada Kantor Berita Bakhtar setempat bahwa pihaknya sedang membahas soal pembukaan kembali sekolah menengah untuk murid perempuan. Namun belum dijelaskan kapan itu akan dilakukan.

"Pendidikan anak perempuan adalah memperbaiki generasi. Pendidikan anak laki-laki dapat mempengaruhi keluarga. Tapi pendidikan anak perempuan mempengaruhi masyarakat," kata kepala sekolah, Mohammadreza.

"Kami sangat ketat mengikuti masalah ini sehingga anak perempuan dapat melanjutkan pendidikan mereka dan menyelesaikan studi mereka." imbuhnya

Simak video 'Kegiatan Belajar Mahasiswa di Afghanistan, Pria-Wanita Dipisah':

[Gambas:Video 20detik]



(izt/knv)