Sekolah di Afghanistan Kembali Dibuka, Nasib Murid Perempuan Bagaimana?

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 19 Sep 2021 09:58 WIB
Taliban izinkan perempuan di Afghanistan bersekolah. Namun ada sejumlah persyaratan yang diberikan, salah satunya ruang kelas akan dipisahkan berdasarkan gender
Sekolah di Afghanistan Kembali Dibuka, Nasib Murid Perempuan Bagaimana? -- ilustrasi (Foto: AP Photo/Felipe Dana)
Kabul -

Taliban kembali membuka sekolah tingkat menengah di Afghanistan. Namun Taliban tidak menyertakan murid perempuan dalam pembukaan tersebut.

"Seluruh guru pria dan murid-murid laki-laki harus kembali ke sekolah menengah," demikian isi pengumuman yang disampaikan oleh Kementerian Pendidikan baru Taliban terkait pembukaan sekolah Sabtu (18/9), seperti dilansir BBC, Minggu (19/9/2021).

Diketahui murid-murid usia 13 hingga 18 tahun biasanya mengenyam pendidikan di tingkat sekolah menengah. Kebanyakan sekolah menerapkan sistem segregasi.

Setelah Taliban menguasai ibu kota Kabul satu bulan lalu, banyak sekolah ditutup. Banyak pihak yang takut akan kembalinya rezim di masa lalu, di mana hak-hak anak perempuan dan wanita dibatasi.

Para pejabat Taliban berjanji bahwa pemerintahan baru mereka akan mengizinkan perempuan untuk belajar dan bekerja sesuai dengan interpretasi kelompok tersebut terhadap hukum agama Islam.

Meski begitu, beberapa waktu lalu pekerja wanita diberitahu untuk tinggal di rumah sampai situasi keamanan membaik. Ada pula kabar yang menyebut pejuang Taliban telah memukuli wanita yang memprotes pemerintahan sementara Taliban yang semua anggotanya adalah laki-laki.

Respons Taliban Soal Pembukaan Sekolah untuk Murid Perempuan

Mengutip kantor berita Bakhtar Afghanistan, juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid angkat suara soal nasib murid perempuan di negara tersebut. Ia mengatakan sekolah tingkat menengah untuk perempuan akan segera dibuka.

Mujahid menyebut saat ini para pejabat sedang membahas 'prosedur' terkait dan akan segera merinci pembagian guru.

Kepada BBC, Mujahid juga menjelaskan bahwa pihaknya juga sedang membahas terkait transportasi bagi murid perempuan.

Simak juga 'Lebih Cinta Sepakbola, Pesepakbola Wanita Pilih Tinggalkan Afghanistan':

[Gambas:Video 20detik]