Marah Besar! Prancis Tarik Dubes dari AS-Australia Gegara Kapal Selam

Rita Uli Hutapea - detikNews
Sabtu, 18 Sep 2021 09:45 WIB
French President Emmanuel Macron talks to journalists Tuesday June 8, 2021 at the Hospitality school in Tain-lHermitage, southeastern France. French President Emmanuel Macron has been slapped in the face by a man during a visit in a small town of southeastern France, Macrons office confirmed. (Philippe Desmazes, Pool via AP)
Presiden Prancis Emmanuel Macron (Foto: Philippe Desmazes, Pool via AP)

Pakta tersebut secara luas dipandang bertujuan untuk melawan kebangkitan China.

Langkah itu membuat marah Prancis, yang kehilangan kontrak untuk memasok kapal selam konvensional ke Australia senilai Aus$ 50 miliar (US$ 36,5 miliar) saat ditandatangani pada 2016.

Penarikan duta besar Prancis dari Amerika Serikat dan Australia -- sekutu utama Prancis -- belum pernah terjadi sebelumnya. Penarikan dubes merupakan langkah diplomatik terakhir yang diambil ketika hubungan antara negara-negara yang bertikai jatuh ke dalam krisis, tetapi sangat tidak biasa di antara sekutu.

"Saya dipanggil kembali ke Paris untuk berkonsultasi," tulis Dubes Prancis untuk AS Philippe Etienne di Twitter. "Ini mengikuti pengumuman yang secara langsung mempengaruhi visi aliansi kami, kemitraan kami, dan pentingnya Indo-Pasifik bagi Eropa," imbuhnya.

Pemerintah Prancis melihat dirinya sebagai kekuatan utama di Indo-Pasifik karena wilayah luar negeri seperti Kaledonia Baru dan Polinesia Prancis, yang memberinya pijakan strategis dan militer yang tak tertandingi oleh negara Eropa lainnya.

Prancis sama sekali tidak berusaha menyembunyikan kemarahannya, bahkan sebelum penarikan kedua Dubes itu, Menlu Le Drian menuduh Australia menikam dari belakang.

Tonton juga video Viral tentang piknik di antara hutan beton Jakarta berikut ini:

[Gambas:Video 20detik]




(ita/ita)