Marah Besar! Prancis Tarik Dubes dari AS-Australia Gegara Kapal Selam

Rita Uli Hutapea - detikNews
Sabtu, 18 Sep 2021 09:45 WIB
French President Emmanuel Macron talks to journalists Tuesday June 8, 2021 at the Hospitality school in Tain-lHermitage, southeastern France. French President Emmanuel Macron has been slapped in the face by a man during a visit in a small town of southeastern France, Macrons office confirmed. (Philippe Desmazes, Pool via AP)
Presiden Prancis Emmanuel Macron (Foto: Philippe Desmazes, Pool via AP)
Jakarta -

Pemerintah Prancis menarik duta besarnya untuk Amerika Serikat dan Australia dalam perselisihan sengit atas pembatalan kontrak kapal selam. Ini merupakan langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya, yang menunjukkan besarnya kemarahan Prancis terhadap kedua sekutunya itu.

Seperti diberitakan kantor berita AFP, Sabtu (18/9/2021), Menteri Luar Negeri (Menlu) Prancis Jean-Yves Le Drian mengatakan, Presiden Emmanuel Macron menarik dubes-dubes tersebut setelah Canberra membatalkan kesepakatan untuk membeli kapal selam Prancis demi mendapatkan kapal selam nuklir Amerika Serikat.

Le Drian mengatakan keputusan itu dibuat untuk "segera" menarik kedua duta besar Prancis karena "keseriusan luar biasa dari pengumuman yang dibuat pada 15 September oleh Australia dan Amerika Serikat".

Dikatakan Menlu Prancis itu, pengabaian proyek kapal selam yang telah dikerjakan Australia dan Prancis sejak 2016 merupakan "perilaku yang tidak dapat diterima di antara sekutu dan mitra."

"Konsekuensinya mempengaruhi konsep yang kami miliki tentang aliansi kami, kemitraan kami, dan pentingnya Indo-Pasifik bagi Eropa," tambahnya.

Sebelumnya, Presiden AS Joe Biden mengumumkan aliansi pertahanan baru antara Australia-AS-Inggris pada hari Rabu (15/9) lalu, yang memperluas teknologi kapal selam nuklir AS ke Australia serta pertahanan dunia maya, kecerdasan buatan terapan, dan kemampuan bawah laut.

Simak Video: Jawaban Australia Pilih Kapal Selam AS Ketimbang Prancis

[Gambas:Video 20detik]