9 Tewas-23 Terluka dalam Serangan Udara Pesawat Tempur di Nigeria

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 18 Sep 2021 03:00 WIB
An Israeli Iron Dome air defense system missile is seen intercepting rockets fired from Gaza over Sderot, southern Israel, Wednesday, Nov. 13, 2019. (AP Photo/Ariel Schalit)
Ilustrasi serangan udara (Foto: AP Photo/Ariel Schalit)
Kano -

Pesawat jet tempur melepaskan tembakan ke Desa Buhari di negara bagian Yobe dekat perbatasan dengan Nigeria. Akibatnya, sebanyak 9 orang tewas dan 23 lainnya terluka dalam serangan udara tersebut.

"Sembilan orang meninggal. Setidaknya 23 orang terluka," kata Kepala Badan Manajemen Darurat negara bagian Yobe, Mohammed Goje, setelah mengunjungi desa tersebut, seperti dilansir dari AFP, Sabtu (18/9/2021).

"Mereka termasuk pria, wanita dan anak-anak," tambahnya.

Goje mengatakan 2 korban yang kritis dipindahkan ke rumah sakit yang lebih besar di ibu kota negara bagian Damaturu. Dia mengatakan layanan darurat telah memulai perbaikan satu-satunya sumur bor air bertenaga surya di desa yang hancur akibat serangan udara.

Menurut beberapa warga, ada tiga pesawat tempur yang terbang di atas desa tersebut. Satu di antaranya pesawat jet itu melepaskan tembakan.

Angkatan Udara Nigeria mengkonfirmasi bahwa awal pekan ini mereka mengirim sebuah pesawat ke daerah di mana Boko Haram dan afiliasi ISIS beroperasi. Mereka sedang menyelidiki klaim warga sipil dibunuh secara keliru.

"Laporan yang sampai ke Markas Besar Angkatan Udara Nigeria menuduh bahwa beberapa warga sipil terbunuh secara keliru sementara yang lain terluka," kata juru bicara Edward Gabkwet.

Menurut informasi awal, pesawat itu tidak membawa bom. Tapi dewan penyelidikan telah dibentuk untuk mengusut secara tuntas insiden tersebut.

Gubernur negara bagian Yobe, Mai Mala Buni, enggan membeberkan jumlah pasti korban tewas dalam serangan udara di Desa Buhari. Namun, dia berjanji akan mengungkap sebab peristiwa itu.

"Itu bisa saja kecelakaan atau salah sasaran, tetapi pemerintah akan bergandengan tangan dengan badan keamanan untuk mengungkap akar penyebab insiden itu," kata juru bicaranya Mamman Mohammed dalam sebuah pernyataan.

(fas/fas)