Round-Up

Armada Kapal Selam Australia Bikin Mencak-mencak China

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 17 Sep 2021 22:46 WIB
Militer China hadir di Indo-Pasifik, Inggris, AS, dan Australia sepakati pakta pertahanan untuk menangkal kekuatan Tiongkok
Ilustrasi kapal selam (Foto: BBC World)

Ketiga pemimpin negara itu mengatakan tujuan kesepakatan yang mereka buat adalah 'membawa kemampuan Australia untuk dikerahkan sesegera mungkin'. Meski demikian, Australia menyatakan tetap berkomitmen memenuhi semua kewajiban sebagai negara yang tak menggunakan senjata nuklir.

Pakta ini juga menyatakan kesepakatan pertahanan tersebut akan fokus pada pertahanan siber, kecerdasan buatan, dan 'pertahanan bawah laut tambahan'.

Kesepakatan ini mendatangkan konsekuensi bagi dua negara lain, yakni Prancis dan China. Bagi Prancis yang merupakan sekutu NATO, kesepakatan ini membuat batal kontrak membangun kapal selam diesel-listrik untuk Angkatan Laut Australia.

Kesepakatan ini juga berpengaruh bagi China walaupun pejabat Inggris berkeras perjanjian tersebut bukan untuk menanggapi negara manapun. Pemerintah Inggris mengatakan kemitraan ini berupaya memastikan kemakmuran, keamanan, dan stabilitas di kawasan serta mendukung 'tatanan berlandaskan aturan' yang damai.

Bukan rahasia lagi kalau Inggris, AS, dan Australia berbagi keprihatinan mengenai pengerahan kekuatan militer China di Indo-Pasifik. Dalam pekan-pekan terakhir, kapal induk HMS Queen Elizabeth telah diutus menuju wilayah Indo-Pasifik bersama dengan pasukan dan perangkat dari AS.

PM Australia Respons Santai Kemarahan China

Dilansir dari kantor berita AFP, Jumat (17/9/2021), kemarahan China soal aliansi baru AS-Inggris-Australia serta proyek kapal selam bertenaga nuklir itu ditanggapi enteng oleh Perdana Menteri (PM) Australia, Scott Morrison. Dalam sebuah wawancara dengan stasiun radio 2GB, Jumat (17/9), Morrison mengatakan China memiliki 'program pembangunan kapal selam nuklir yang sangat substantif'.

"Mereka memiliki hak untuk mengambil keputusan demi kepentingan nasional mereka untuk pengaturan pertahanan mereka, dan tentu saja begitu juga Australia dan semua negara lain," ujar Morrison.