Arab Saudi Gagalkan Serangan Rudal-Drone Peledak Houthi

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 17 Sep 2021 10:18 WIB
FILE - In this Sept. 21, 2019, file photo, Shiite Houthi tribesmen hold their weapons as they chant slogans during a tribal gathering showing support for the Houthi movement, in Sanaa, Yemen. The United Nations Human Rights Office of the High Commissioner replaced its chief in Yemen, Elobaid Ahmed Elobaid, nearly nine months after the Houthis who control northern Yemen denied him entry, documents dated Tuesday, June 9, 2020 obtained by The Associated Press show. (AP Photo/Hani Mohammed, File)
Ilustrasi -- Pemberontak Houthi (AP Photo/Hani Mohammed, File)
Riyadh -

Koalisi militer pimpinan Arab Saudi menyatakan berhasil menggagalkan serangan pemberontak Houthi yang menargetkan kota perbatasan Jazan di sebelah selatan negara tersebut. Sistem pertahanan udara Saudi diklaim menembak jatuh rudal dan drone bermuatan peledak yang dikerahkan Houthi dari wilayah Yaman.

Seperti dilansir Arab News dan Reuters, Jumat (17/9/2021), Komando Koalisi Saudi dalam pernyataannya menyebut sebuah rudal dan empat drone bermuatan peledak dari Houthi ditembak jatuh di udara sebelum berhasil mencapai targetnya.

Disebutkan bahwa rudal dan drone itu mengudara ke arah kota Jazan pada Kamis (16/9) waktu setempat.

"Mengambil langkah-langkah operasional untuk melindungi objek-objek sipil," demikian pernyataan koalisi pimpinan Saudi.

Koalisi pimpinan Saudi diketahui mengintervensi konflik Yaman sejak tahun 2015, untuk mendukung pemerintahan Presiden Abdrabbuh Mansur Hadi yang dilengserkan dan memerangi pemberontak Houthi.

Belum ada klaim tanggung jawab dari Houthi terkait serangan rudal dan drone ini. Namun diketahui bahwa milisi yang didukung rezim Iran ini secara rutin melancarkan serangan rudal dan drone ke wilayah Saudi.

Bahkan pada Rabu (15/9) waktu setempat, Houthi berupaya memicu kebakaran di bandara Abha, Saudi, melalui serangannya. Houthi diketahui beberapa kali menargetkan bandara Saudi dalam serangan-serangan sebelumnya. Salah satu serangan itu memicu delapan korban luka.

Dalam pernyataannya, koalisi pimpinan Saudi menyebut Houthi terus melanjutkan upaya permusuhan dengan secara sengaja menargetkan warga sipil.

(nvc/ita)