Dikabarkan Terluka dalam Bentrokan Internal, Pendiri Taliban Membantah

Tim Detikcom - detikNews
Kamis, 16 Sep 2021 14:00 WIB
(FILES) In this file photo taken on July 18, 2021 The leader of the Taliban negotiating team Mullah Abdul Ghani Baradar looks on the final declaration of the peace talks between the Afghan government and the Taliban is presented in Qatars capital Doha. - The Talibans deputy leader and co-founder Mullah Abdul Ghani Baradar arrived in Kandahar on August 17, 2021, landing in the insurgent groups former capital just days after they took control of the country. (Photo by KARIM JAAFAR / AFP)
Mullah Abdul Ghani Baradar (AFP/KARIM JAAFAR)

Bantahan itu disampaikan setelah beredar rumor yang menyebut para pendukung Baradar terlibat bentrok dengan anggota jaringan Haqqani, kelompok yang masih terafiliasi dengan Taliban dan bermarkas di dekat perbatasan Pakistan. Jaringan Haqqani juga disalahkan atas rentetan serangan bom bunuh diri terparah.

Baradar yang merupakan salah satu pendiri Taliban dan sempat dipandang sebagai calon pemimpin pemerintahan Taliban, diketahui tidak muncul ke publik selama beberapa waktu. Dia tidak tampak hadir saat delegasi menteri Afghanistan bertemu Menteri Luar Negeri Qatar, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al-Thani di Kabul pada Minggu (12/9) lalu.

Dalam klip wawancara terbaru, Baradar menuturkan dirinya tengah melakukan perjalanan saat Menlu Qatar berkunjung dan tidak bisa kembali ke Kabul tepat waktu.

Pada Rabu (15/9) waktu setempat, Anas Haqqani yang merupakan adik laki-laki dari Pelaksana Tugas (Plt) Menteri Dalam Negeri Taliban, Sirajuddin Haqqani, juga merilis pernyataan via Twitter yang menyangkal laporan adanya perselisihan internal dalam tubuh Taliban.

Rumor itu mengikuti spekulasi soal rivalitas antara komandan militer Taliban seperti Haqqani dan pemimpin kantor politik seperti Baradar, yang memimpin upaya diplomatik untuk mencapai kesepakatan dengan Amerika Serikat (AS) beberapa waktu lalu.


(nvc/ita)