Cerita Jenderal AS Telepon China karena Takut Trump Lancarkan Serangan Nuklir

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 15 Sep 2021 18:08 WIB
President Donald Trump walks on the South Lawn of the White House in Washington, Sunday, Nov. 29, 2020, after stepping off Marine One. Trump is returning from Camp David. (AP Photo/Patrick Semansky)
Donald Trump (dok. AP Photo/Patrick Semansky)
Washington DC -

Seorang jenderal top Amerika Serikat (AS) terungkap sempat diam-diam menghubungi China setelah mantan Presiden Donald Trump kalah pilpres tahun 2020. Tindakan rahasia sang jenderal AS itu dilakukan demi mencegah Trump yang saat itu dikhawatirkan 'tak terkendali' memicu perang dengan China.

Seperti dilansir AFP, Rabu (15/9/2021), Kepala Staf Gabungan AS Jenderal Mark Milley dilaporkan memerintahkan para ajudannya untuk tidak bertindak segera terhadap setiap langkah yang diperintahkan Trump, termasuk soal penggunaan kekuatan nuklir.

Milley disebut menghubungi seorang jenderal top China untuk menenangkan situasi pada saat itu. Demikian seperti diungkapkan dalam sebuah buku terbaru yang ditulis oleh penulis sejarah kepresidenan Bob Woodward dan rekan penulisnya, Robert Costa. Buku itu dijadwalkan akan dirilis pada 21 September mendatang.

Media terkemuka AS, The Washington Post dan sejumlah media lainnya yang melaporkan kutipan buku berjudul 'Peril' itu menggambarkan Milley mengorganisir Pentagon dan komunitas intelijen AS untuk menolak setiap langkah yang diambil Trump untuk meningkatkan ketegangan dengan China atau Iran setelah dia kalah pilpres November 2020.

Diungkapkan dalam buku yang akan dirilis itu bahwa Milley menghubungi Jenderal Li Zuocheng sebanyak dua kali. Pertama, pada 30 Oktober 2020, sebelum kekalahan Trump dalam pilpres, dan kedua, pada 8 Januari 2021 atau dua hari setelah pendukung Trump menyerang Gedung Capitol di Washington DC.

Panggilan telepon itu dilakukan Milley untuk meyakinkan China bahwa retorika anti-China yang disampaikan Trump saat itu tidak bisa diartikan sebagai aksi militer.

"Jenderal Li, saya ingin memastikan kepada Anda bahwa pemerintah Amerika stabil dan semuanya akan baik-baik saja," kata Milley kepada Jenderal Li dalam panggilan telepon pada Oktober 2020, seperti ditulis Woodward dan Costa dalam bukunya.

"Kami tidak akan menyerang atau melancarkan operasi kinetik apapun terhadap Anda," tegas Milley saat itu.

Tonton juga Video: 90 Menit Biden Telepon Xi Jinping, Bahas Isu Strategis

[Gambas:Video 20detik]