International Updates

Taliban Perintahkan Mahasiswi Afghanistan Pakai Niqab, Kudeta di Guinea

Rita Uli Hutapea - detikNews
Senin, 06 Sep 2021 17:32 WIB
Taliban fighters patrol as two Traffic policemen stand, left, in Kabul, Afghanistan, Thursday, Aug. 19, 2021. The Taliban celebrated Afghanistans Independence Day on Thursday by declaring they beat the United States, but challenges to their rule ranging from running a country severely short on cash and bureaucrats to potentially facing an armed opposition began to emerge. (AP Photo/Rahmat Gul)
kelompok Taliban (Foto: AP/Rahmat Gul)
Jakarta -

Taliban memerintahkan para wanita yang kuliah di universitas swasta Afghanistan untuk mengenakan abaya dan niqab, yang menutupi sebagian besar wajah. Kelas pun harus dipisahkan berdasarkan jenis kelamin -- atau setidaknya dipisah dengan tirai.

Seperti diberitakan kantor berita AFP, Senin (6/9/2021), dalam dokumen panjang yang dikeluarkan oleh otoritas pendidikan Taliban, mereka juga memerintahkan agar siswa perempuan hanya diajar oleh dosen perempuan, tetapi jika itu tidak memungkinkan maka "pria tua" yang berkarakter baik bisa menjadi dosen.

Dekrit itu berlaku untuk perguruan tinggi dan universitas swasta, yang telah menjamur sejak pemerintahan pertama Taliban berakhir pada 2001.

Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Senin (6/9/2021):

- Gali Terowongan Bawah Wastafel, 6 Warga Palestina Kabur dari Penjara Israel

Enam warga Palestina kabur dari sebuah penjara di Israel utara melalui terowongan yang digali di bawah wastafel. Operasi perburuan besar-besaran pun dilakukan untuk menemukan mereka yang mencakup seorang mantan militan terkemuka.

Seperti diberitakan kantor berita AFP, Senin (6/9/2021), menurut pernyataan Dinas Penjara Israel (IPS), pada Senin (6/9) sekitar pukul 03:00 waktu setempat, penduduk setempat di dekat Penjara Gilboa melihat "orang-orang mencurigakan" dan memberi tahu pihak berwenang.

IPS mengkonfirmasi bahwa para pelarian itu termasuk Zakaria Zubeidi, seorang pemimpin militan terkemuka dari kota Jenin di Tepi Barat yang diduduki.

- Putra Mendiang Diktator Libya Muammar Kadhafi Bebas dari Penjara

Saadi Kadhafi, putra mendiang diktator Libya Muammar Kadhafi, yang digulingkan dan dibunuh dalam pemberontakan 2011, telah dibebaskan dari penjara. sumber kementerian kehakiman mengkonfirmasi kepada AFP, Minggu.

"Saadi Moamer Kadhafi telah dibebaskan dari penjara, sesuai dengan putusan pengadilan yang dijatuhkan beberapa tahun lalu," kata sumber Kementerian Kehakiman kepada AFP, Senin (6/9/2021). Tidak disebutkan apakah putra Muammar Kadhafi itu masih di negara itu.

Beberapa laporan media pada hari Minggu (5/9) menyatakan bahwa Saadi Kadhafi telah terbang ke Turki.

Sebuah sumber di kantor kejaksaan mengkonfirmasi kepada AFP bahwa Saadi Kadhafi telah dibebaskan.

- Filipina Cabut Lockdown di Manila Meski Kasus Corona Masih Naik

Otoritas Filipina akan mencabut lockdown (penguncian) di wilayah Manila, ibu kota Filipina, minggu ini seiring uji coba "lockdown lokal", dalam upaya untuk mengendalikan kasus infeksi virus Corona dan menghidupkan kembali ekonomi.

Lebih dari 13 juta orang di wilayah ibu kota nasional - jantung ekonomi negara itu - telah di-lockdown sejak 6 Agustus di tengah rekor kasus infeksi yang dipicu oleh varian Delta yang sangat menular.

Simak Video: Taliban Klaim Atasi Perlawanan di Panjshir

[Gambas:Video 20detik]