Filipina Cabut Lockdown di Manila Meski Kasus Corona Masih Naik

Rita Uli Hutapea - detikNews
Senin, 06 Sep 2021 15:26 WIB
Philippine police man a checkpoint on the border between Quezon city and Manila districts on March 18, 2020, as the government imposed measures to curb the spread of the COVID-19 coronavirus. - Philippine President Rodrigo Duterte ordered about half the countrys population to stay home for the next month in a drastic bid on March 16 to curb the rising number of new coronavirus cases. If fully enforced, the sweeping order would mean most of the 55 million people on the main island of Luzon, which includes the capital Manila, would be housebound. (Photo by Ted ALJIBE / AFP)
Aparat Filipina berjaga di pos pemeriksaan saat lockdown (Foto: AFP/TED ALJIBE)
Jakarta -

Otoritas Filipina akan mencabut lockdown (penguncian) di wilayah Manila, ibu kota Filipina, minggu ini seiring uji coba "lockdown lokal", dalam upaya untuk mengendalikan kasus infeksi virus Corona dan menghidupkan kembali ekonomi.

Lebih dari 13 juta orang di wilayah ibu kota nasional - jantung ekonomi negara itu - telah di-lockdown sejak 6 Agustus di tengah rekor kasus infeksi yang dipicu oleh varian Delta yang sangat menular.

Seperti diberitakan kantor berita AFP, Senin (6/9/2021), langkah untuk melonggarkan pembatasan mulai Rabu (8/9) ini terjadi setelah kasus COVID-19 harian nasional melebihi 20.000 kasus selama tiga hari terakhir - dua kali lipat jumlahnya dari awal lockdown terbaru - membebani banyak rumah sakit karena mereka bergulat dengan kekurangan perawat.

"Lockdown lokal akan diujicobakan di Metro Manila," kata juru bicara kepresidenan Harry Roque, menjelaskan bahwa rumah tangga, gedung, atau jalan dapat menjadi sasaran lockdown ini.

"Ini akan menjadi lockdown total jika Anda terkena lockdown granular - bahkan makanan akan dikirimkan kepada Anda," ujar Roque.

Tidak ada rincian lebih lanjut tentang bagaimana langkah-langkah ini akan diterapkan.

Pembatasan yang lebih ringan di wilayah ibu kota nasional, yang menyumbang sekitar sepertiga dari ekonomi Filipina, akan memungkinkan banyak bisnis yang terpukul keras untuk dibuka kembali dan memacu pariwisata lokal.