Istri Dubes Yunani untuk Brasil Dibui 31 Tahun Atas Pembunuhan Suaminya

Rita Uli Hutapea - detikNews
Senin, 30 Agu 2021 15:50 WIB
Judge In Gloves To Protect From Coronavirus Writing On Paper
ilustrasi (Foto: Getty Images/iStockphoto/AndreyPopov)
Jakarta -

Pengadilan Brasil menjatuhkan hukuman 31 tahun penjara kepada Francoise de Souza Oliveira karena membunuh suaminya, Duta Besar (Dubes) Yunani untuk Brasil, Kyriakos Amiridis.

Seperti diberitakan kantor berita AFP, Senin (30/8/2021), Amiridis (59) pada saat kematiannya pada tahun 2016, tinggal di Brasilia, ibu kota Brasil dan sedang berlibur untuk liburan Natal bersama istri dan putrinya di Rio de Janeiro.

Beberapa hari setelah Natal, jenazah diplomat itu ditemukan di dalam mobil sewaannya yang hangus di bawah jembatan, di wilayah Nova Iguacu, dekat ibu kota negara.

Penyelidikan polisi menemukan banyak petunjuk, termasuk darah di sofa dan rekaman kamera keamanan, yang melibatkan Sergio Gomes Moreira Filho, polisi militer dan selingkuhan Francoise.

Polisi tersebut dijatuhi hukuman 22 tahun penjara tanpa pembebasan bersyarat.

"Keadaan kejahatan tidak biasa, karena (duta besar) dieksekusi selama liburan Natal ... dalam kasus ini, keluarga ini hancur," kata Hakim Anna Christina da Silveira Fernandes, dari Pengadilan Kriminal ke-4 Nova Iguacu.

Dalam pembacaan vonisnya, hakim juga menunjukkan bahwa "kejahatan itu dipikirkan dengan cermat, direncanakan sebelumnya," oleh De Souza Oliveira.

"Menurut kesaksian yang dikumpulkan, terdakwa merencanakan dan merancang, menjadi dalang di balik seluruh plot mengerikan itu," ujar hakim.

Persidangan kasus ini memiliki terdakwa ketiga: Eduardo Moreira Tedeschi de Melo, seorang kerabat polisi, yang dibebaskan dari tuduhan pembunuhan tetapi dijatuhi hukuman satu tahun masa percobaan karena membantu menyembunyikan mayat.

Dalam sidang yang berlangsung selama tiga hari itu, hakim mendengarkan 18 saksi.

De Souza Oliveira dan Amiridis menikah pada tahun 2004, ketika dia menjadi konsul di Rio de Janeiro.

(ita/ita)