Pemimpin Dunia Ramai-ramai Kutuk Serangan Bom di Kabul

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 27 Agu 2021 13:12 WIB
Bom Bunuh Diri terjadi di Bandara Kabul, Ibu Kota Afghanistan. ISIS pun mengklaim bertanggung jawab atas serangan yang tewaskan puluhan warga Afghanistan itu.
Korban serangan bom di bandara Kabul (dok. AP Photo)
Washington DC -

Kecaman keras mengalir untuk serangan bom mematikan di luar bandara Kabul, Afghanistan, yang menewaskan belasan tentara Amerika Serikat (AS) dan puluhan warga sipil Afghanistan. Ledakan bom terjadi saat proses evakuasi warga sipil tengah berlangsung di dalam bandara.

Seperti dilansir AFP, Jumat (27/8/2021), dua ledakan bom mematikan mengguncang kerumunan orang yang berkumpul di luar bandara Kabul, demi menunggu dievakuasi meninggalkan Afghanistan. Sedikitnya 13 tentara AS dan 60 warga Afghanistan tewas akibat ledakan bom tersebut.

Kelompok radikal Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) di Khorasan, atau ISIS-K, mengklaim bertanggung jawab atas serangan bom tersebut. Mereka menyebut bahwa salah satu pengebom bunuh diri menargetkan 'para penerjemah dan kolaborator dengan tentara Amerika'.

Presiden AS Joe Biden memberikan reaksi keras dengan bersumpah akan memburu pelaku di balik ledakan bom tersebut. Biden juga mengungkapkan dirinya memerintahkan serangan terhadap ISIS-K.

"Kepada mereka yang melakukan serangan ini juga siapa saja yang ingin membahayakan Amerika, ketahuilah ini: Kami tidak akan memaafkan. Kami tidak akan melupakan. Kami akan memburu Anda dan membuat Anda membayarnya," tegas Biden dalam pernyataan di Gedung Putih.

"Kami tidak akan dihalangi oleh teroris. Kami tidak akan membiarkan mereka menghentikan misi kami. Kami akan melanjutkan evakuasi," imbuhnya.

Simak video 'Sekjen PBB Kutuk Serangan Bom Bunuh Diri di Luar Bandara Kabul':

[Gambas:Video 20detik]