Round-Up

Ancaman ISIS Bikin Paman Sam Kebut Evakuasi di Afghanistan

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 26 Agu 2021 05:03 WIB
MADRID, SPAIN - AUGUST 24: A worker uses a spot infrared thermometer to measure the body temperature of an Afghan woman, who was evacuated from Kabul, after disembarking from a plane at Torrejon Military Air Base on August 24, 2021 in Madrid, Spain. Madrid has so far evacuated just over 700 people from Afghanistan, with three planes scheduled to arrive today. Spain has been evacuating its nationals and local contractors from Afghanistan through the Dubai airbridge since the Taliban swept to power ten days ago. (Photo by Pablo Blazquez Dominguez/Getty Images)
Evakuasi di Afghanistan (Foto: Getty Images/Pablo Blazquez Dominguez)
Jakarta -

Amerika Serikat (AS) berbicara ancaman kelompok ISIS saat evakuasi dilakukan dari Afghanistan. Ancaman itu pula, membuat negeri Paman Sam mengebut proses evakuasi.

Ancaman dari ISIS itu diungkap oleh Presiden AS, Joe Biden. Biden menyerukan agar evakuasi harus segera diselesaikan karena meningkatnya ancaman dari ISIS.

Biden mengatakan semakin lama AS tinggal di negara yang saat ini dikuasai Taliban itu, makin ada risiko serangan akut dan meningkat oleh kelompok teroris yang dikenal sebagai ISIS-K," atau ISIS-Khorasan. Biden menyebut kelompok itu menargetkan untuk menyerang pasukan AS dan bandara.

"Dari hari ke hari kami berada di lapangan kami tahu bahwa ISIS-K berusaha untuk menargetkan bandara dan menyerang pasukan AS dan sekutu," katanya Biden seperti diberitakan kantor berita AFP, Rabu (25/8/2021).

Upaya AS Evakuasi Selesai 31 Agustus

Kepada para pimpinan negara The Group of Seven (G7) --terdiri dari Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, Inggris, dan Amerika Serikat (AS)-- Biden mengatakan AS sedang berupaya menyelesaikan proses evakuasi di Afghanistan pada 31 Agustus.

Akan tetapi kepada jajarannya, Biden juga meminta rencana lain jika proses evakuasi molor. Dia meminta Pentagon dan Departemen Luar Negeri AS menyusun rencana darurat untuk menyesuaikan batas waktu jika itu diperlukan.

"Saat ini kami sedang berupaya menyelesaikannya pada 31 Agustus," ujar juru bicara Gedung Putih, Jen Psaki.

"Penyelesaian misi pada 31 Agustus tergantung pada koordinasi lanjutan dengan Taliban, termasuk akses lanjutan untuk pengungsi ke bandara," imbuhnya.

Taliban Mengancam

Taliban sebelumnya mengancam akan ada "konsekuensi" jika Amerika Serikat dan sekutunya memperpanjang kehadiran pasukan di Afghanistan melebihi batas waktu yang ditetapkan 31 Agustus. Ancaman itu disampaikan Taliban seiring kekacauan yang terjadi di bandara Kabul.

"Jika AS atau Inggris mencari waktu tambahan untuk melanjutkan evakuasi - jawabannya tidak. Atau akan ada konsekuensinya," kata juru bicara Taliban Suhail Shaheen kepada Sky News.

Berada di sini di luar tenggat waktu yang disepakati akan menjadi "memperpanjang pendudukan", imbuhnya.

Simak juga video 'Soal Evakuasi dari Afghanistan, Biden: Lebih Cepat Lebih Baik':

[Gambas:Video 20detik]



Pada halaman selanjutnya, Rusia mulai evakuasi warganya.