Pemimpin Gerakan Anti-Taliban Bersumpah Tak Akan Pernah Menyerah!

Rita Uli Hutapea - detikNews
Rabu, 25 Agu 2021 17:48 WIB
Jakarta -

Pemimpin gerakan perlawanan terhadap Taliban bersumpah untuk tidak pernah menyerah, tetapi terbuka untuk negosiasi dengan penguasa baru Afghanistan tersebut.

Ahmad Massoud, putra komandan pemberontak legendaris Afghanistan, Ahmad Shah Massoud, telah mundur ke lembah asalnya, Panjshir di utara Kabul bersama dengan mantan wakil presiden Amrullah Saleh.

"Saya lebih suka mati daripada menyerah," kata Massoud kepada filsuf Prancis, Bernard-Henri Levy dalam wawancara pertamanya sejak Taliban mengambil alih Kabul.

"Saya putra Ahmad Shah Massoud. Menyerah bukanlah kata dalam kamus saya," imbuhnya dalam wawancara yang diterbitkan oleh Paris Match seperti diberitakan AFP, Rabu (25/8/2021).

Massoud mengklaim bahwa "ribuan" orang bergabung dengan Front Perlawanan Nasionalnya di lembah Panjshir, yang tidak pernah direbut oleh invasi pasukan Uni Soviet pada 1979 atau Taliban selama periode pertama kekuasaan kelompok itu dari 1996-2001.

Massoud pun kembali meminta dukungan dari para pemimpin asing, termasuk Presiden Prancis Emmanuel Macron. Dia juga menyatakan kekecewaan karena permintaannya untuk persenjataan telah ditolak sesaat sebelum jatuhnya Kabul awal bulan ini.

"Saya tidak bisa melupakan kesalahan bersejarah yang dibuat oleh mereka yang saya minta senjata delapan hari lalu di Kabul," kata Massoud, menurut transkrip wawancara yang diterbitkan dalam bahasa Prancis.

"Mereka menolak. Dan senjata-senjata ini -- artileri, helikopter, tank buatan Amerika -- saat ini berada di tangan Taliban," katanya.