Ismail Sabri Jadi PM ke-9, Ini Daftar PM Malaysia Sepanjang Masa

Rita Uli Hutapea - detikNews
Sabtu, 21 Agu 2021 17:10 WIB
Former Deputy Prime Minister Ismail Sabri Yaakob waves to media as he leave after meeting with the King at national palace in Kuala Lumpur, Malaysia, Thursday, Aug. 19, 2021. Yaakob appeared to have won majority support to be Malaysias new leader. His backers have been summoned to the palace Thursday to verify to the king they support him. (AP Photo/FL Wong)
PM Malaysia Ismail Sabri Yakoob (Foto: AP/FL Wong)

5. Abdullah Ahmad Badawi

Dia menjabat selama 5 tahun, 154 hari terhitung sejak 31 Oktober 2003 hingga 3 April 2009. Dia juga merupakan Presiden dari UMNO, partai politik terbesar di Malaysia saat itu, dan memimpin koalisi parlementer Barisan Nasional. Dia secara informal dikenal sebagai Pak Lah, Pak yang berarti 'Paman', sedangkan Lah diambil dari namanya 'Abdullah'. Ia juga disebut sebagai "Bapak Pembangunan Modal Insan".

Setelah berkuasa sebagai perdana menteri, Abdullah Badawi berjanji untuk memberantas korupsi, sehingga memberdayakan lembaga anti-korupsi dan memberikan lebih banyak jalan bagi publik untuk mengungkap praktik korupsi. Dia juga menangkap beberapa tokoh masyarakat dari era Mahathir karena korupsi, sebuah langkah yang disambut secara luas oleh publik.

Selama masa pemerintahannya, Abdullah menghentikan sejumlah proyek infrastruktur yang sebelumnya diprakarsai oleh Mahathir. Keputusannya kala itu mengejutkan publik Malaysia.

Pada 2 April 2009, Abdullah mengundurkan diri dari posisi PM Malaysia.

6. Najib Razak

Menjabat selama 9 tahun sejak 3 April 2009 hingga 9 Mei 2018. Masa jabatan Najib sebagai perdana menteri ditandai dengan langkah-langkah liberalisasi ekonomi, seperti pemotongan subsidi pemerintah dan pelonggaran pembatasan investasi asing.

Setelah pemilu 2013, pemerintahannya ditandai dengan pemenjaraan pemimpin oposisi Anwar Ibrahim terkait vonis atas kasus sodomi. Najib juga didera tuduhan mega korupsi yang melibatkan perusahaan investasi negara, 1Malaysia Development Berhad (1MDB) yang berujung pada unjuk rasa menyerukan pengunduran diri Najib, yang dipelopori oleh gerakan akar rumput Bersih. Protes ini memuncak dalam Deklarasi Warga Malaysia oleh Mahathir Mohamad, Pakatan Harapan dan LSM untuk menggulingkan Najib.

Tanggapan Najib terhadap tuduhan korupsi tersebut adalah untuk memperketat cengkeramannya pada kekuasaan dengan mengganti wakil perdana menteri, menangguhkan dua surat kabar dan mendorong parlemen mengesahkan RUU Dewan Keamanan Nasional kontroversial, yang memberi perdana menteri kekuasaan yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Pada 3 Juli 2018, Najib ditangkap oleh Komisi Anti-Korupsi Malaysia (MACC), setelah menyelidiki bagaimana dana RM 42 juta (US$ 10,6 juta) masuk dari SRC International, sebuah perusahaan yang terkait dengan 1MDB, ke rekening bank Najib.

Pada tanggal 28 Juli 2020, Pengadilan Tinggi memvonis Najib atas tujuh dakwaan penyalahgunaan kekuasaan, pencucian uang dan pelanggaran pidana kepercayaan. Dia menjadi Perdana Menteri Malaysia pertama yang dihukum karena korupsi, dan dijatuhi hukuman 12 tahun penjara dan denda RM 210 juta.

7. Mahathir Mohammad

Ini adalah penunjukan keduanya sebagai Perdana Menteri, 15 tahun setelah pensiun dari politik. Dia adalah Perdana Menteri Malaysia keempat dari 1981 hingga 2003 dan disebut sebagai Bapak Modernisasi. Dia adalah Perdana Menteri tertua yang terpilih pada usia 92 tahun.

Jabatannya kali ini hanya berlangsung singkat yakni 1 tahun, 290 hari, terhitung sejak 10 Mei 2018 hingga 24 Februari 2020.

8. Muhyiddin Yassin

Dia adalah Perdana Menteri dengan masa jabatan terpendek dalam sejarah Malaysia, yakni hanya 17 bulan. Dia menjabat sejak 1 Maret 2020 hingga 21 Agustus 2021, menggantikan Mahathir Mohamad yang mengundurkan diri.

Pengangkatan Muhyiddin sebagai Perdana Menteri terjadi tepat di tengah pandemi virus Corona. Mau tak mau, penanganan pandemi menjadi tugas utamanya selama menjabat. Muhyiddin sempat terlibat konflik dengan Raja Malaysia terkait penanganan pandemi dan penetapan status darurat nasional.

Meski respons awal pemerintahannya dipuji oleh WHO dan mendapat peringkat persetujuan lokal yang tinggi, tapi memburuknya krisis COVID-19 pada tahun 2021 mengundang kritik. Termasuk dari partai koalisi besar UMNO yang menarik dukungannya dan menyerukan pengunduran diri Muhyiddin.

Pada 16 Agustus 2021, ia secara resmi mengundurkan diri sebagai Perdana Menteri, setelah upaya untuk mendapatkan kembali dukungan dari anggota parlemen tidak berhasil.

9. Ismail Sabri Yakoob

Ismail Sabri yang merupakan wakil PM Muhyiddin telah dilantik menjadi PM ke-9 hari ini, Sabtu (21/8/2021). Dia diangkat menjadi Perdana Menteri baru Malaysia, setelah menerima dukungan dari sebagian besar anggota parlemen. Terpilihnya Ismail Sabri menandai kembalinya partai UMNO ke pucuk kepemimpinan setelah kalah dalam pemilihan umum tahun 2018.

Dia saat ini juga menjabat sebagai Wakil Presiden UMNO, kunci utama koalisi yang memerintah selama enam dekade hingga kehilangan kekuasaan pada 2018, di tengah skandal mega korupsi 1MDB bernilai miliaran dolar AS.

UMNO telah mendapatkan kembali pijakan dalam kekuasaan sebagai mitra dalam pemerintahan terakhir. Kemenangan Ismail Sabri berarti UMNO kini telah merebut kembali jabatan tertinggi di negara itu tanpa pemilihan umum.


(ita/ita)