Kota Jalalabad Afghanistan Direbut Taliban Tanpa Perlawanan!

Syahidah Izzata Sabiila - detikNews
Minggu, 15 Agu 2021 11:32 WIB
A Taliban flag flies in the main square of Kunduz city after fighting between Taliban and Afghan security forces, in Kunduz, Afghanistan, Sunday, Aug. 8, 2021. Taliban fighters Sunday took control of much of the capital of northern Afghanistans Kunduz province, including the governors office and police headquarters, a provincial council member said. (AP Photo/Abdullah Sahil)
Kota Jalalabad Afghanistan Direbut Taliban Tanpa Perlawanan! --ilustrasi (Foto: AP/Abdullah Sahil)
Kabul -

Taliban kembali menguasai satu lagi kota di Afghanistan. Kini Kota Jalalabad dikuasai tanpa perlawanan dari pemerintah setempat.

"Tidak ada bentrokan yang terjadi saat ini di Jalalabad karena gubernur telah menyerah kepada Taliban," kata seorang pejabat Afghanistan yang berbasis di Jalalabad seperti dilansir Reuters dan AFP, Minggu (15/8/2021).

"Membiarkan Taliban adalah satu-satunya cara untuk menyelamatkan nyawa warga sipil." imbuhnya.

Taliban menguasai kota Jalalabad pada Minggu (15/8), hanya beberapa jam setelah merebut kota di sisi utara Mazar-i-Sharif. Dengan begitu, tersisa 1 kota besar lainnya yang kini masih berada di bawah kekuasaan pemerintah Afghanistan, yaitu ibu kota Kabul.

"Kami bangun pagi ini dengan bendera putih Taliban di seluruh kota. Mereka masuk tanpa pertempuran," kata salah seorang warga Jalalabad Ahmad Wali, membenarkan klaim di media sosial yang dibuat oleh Taliban.

Pemerintahan Presiden Ashraf Ghani tampaknya hanya memiliki sedikit pilihan karena Taliban secara efektif mengepung Kabul -- baik bersiap untuk pertempuran berdarah demi merebut ibu kota atau menyerah.

Pada hari Sabtu (14/8) lalu, Ghani menegaskan bahwa pengerahan pasukan bersenjata menjadi 'prioritas utama' saat ini. Ghani tidak memberikan isyarat akan mundur atau mengambil tanggung jawab atas situasi terkini di negaranya, namun menyatakan 'konsultasi' tengah berlangsung untuk membantu mengakhiri perang.

"Pengerahan ulang pasukan keamanan dan pertahanan menjadi prioritas utama kita, dan langkah-langkah serius tengah diambil terkait hal ini," ucap Presiden Ghani yang tampak muram saat menyampaikan pidato yang disiarkan televisi setempat.

Meski begitu, direbutnya Mazar-i-Sharif dan Jalalabad merupakan pukulan besar berturut-turut bagi Ghani dan pemerintahannya.

Lihat Video: Situasi Mendesak, Marinis AS Evakuasi Diplomatnya dari Kabul

[Gambas:Video 20detik]