Denmark dan Norwegia Tutup Sementara Kedutaan di Afghanistan, Evakuasi Staf

Eva Safitri - detikNews
Sabtu, 14 Agu 2021 04:42 WIB
A Taliban flag flies in the main square of Kunduz city after fighting between Taliban and Afghan security forces, in Kunduz, Afghanistan, Sunday, Aug. 8, 2021. Taliban fighters Sunday took control of much of the capital of northern Afghanistans Kunduz province, including the governors office and police headquarters, a provincial council member said. (AP Photo/Abdullah Sahil)
Kondisi Afghanistan yang kian mencekam (Foto: AP/Abdullah Sahil)
Jakarta -

Denmark dan Norwegia menutup kedutaan mereka di Kabul untuk sementara. Mereka juga mengevakuasi staf kedutaan karena situasi keamanan memburuk di Afghanistan.

Dilansir dari reuters, Sabtu (14/8/2021), Taliban memperketat cengkeraman mereka di Afghanistan pada hari Jumat. Mereka merebut kendali atas kota-kota terbesar kedua dan ketiganya sementara kedutaan-kedutaan Barat bersiap untuk mengirim pasukan untuk membantu mengevakuasi staf dari ibukota.

"Kami telah memutuskan untuk menutup sementara kedutaan kami di Kabul," kata Menteri Luar Negeri Denmark Jeppe Kofod kepada wartawan, seraya menambahkan bahwa evakuasi akan dikoordinasikan secara erat dengan Norwegia, tempat mereka berbagi kompleks.

Begitu juga Norwegia. Menteri Luar Negeri Norwegia Ine Soreide kemudian mengatakan akan menutup kedutaannya dan mengevakuasi diplomat Norwegia, karyawan lokal dan kerabat dekat mereka.

Finlandia akan mengatur penerbangan charter untuk mengevakuasi 130 warga Afghanistan, termasuk staf yang pernah bekerja untuk Finlandia, Uni Eropa atau NATO dan kerabat dekat mereka, kata Menteri Luar Negeri Finlandia Pekka Haavisto dalam sebuah pernyataan.

Namun, Kedutaan Finlandia di Kabul akan tetap buka untuk saat ini.

Kekalahan itu telah memicu kekhawatiran bahwa pemerintah Afghanistan yang didukung AS dapat jatuh ke tangan pemberontak dalam beberapa minggu ketika pasukan internasional menyelesaikan penarikan mereka setelah 20 tahun perang.

Simak juga video 'Krisis Kemanusiaan di Afganistan Akibat Kepungan Taliban':

[Gambas:Video 20detik]



(eva/eva)