Demo soal COVID di Bangkok Ricuh Lagi, Sejumlah Massa Disebut Tertular Virus

Eva Safitri - detikNews
Jumat, 13 Agu 2021 21:04 WIB
Anti-government protesters try to control smoke from tear gas fired by riot police during a protest in Bangkok, Thailand, Saturday, Aug. 7, 2021. Protesters demanded the resignation of Prime Minister Prayuth Chan-ocha and for part of the budget for the monarchy and the military to be redirected into the fight against the coronavirus. Many people blame Prayuth and his administration for failing to develop an adequate vaccination policy. (AP Photo/Thanachote Thanawikran)
Demo Minta Vaksin Sinovac Diganti Pecah di Thailand (Foto: AP/Thanachote Thanawikran)
Thailand -

Sejumlah warga Thailand kembali menggelar demonstrasi ketika kasus virus corona melonjak. Kemarahan massa disebut meningkat karena protes penanganan pandemi oleh pemerintah Thailand.

Dilansir dari AFP, Jumat (13/8/2021), Thailand tengah menghadapi kondisi terburuk akibat virus COVID-19 akhir-akhir ini. Tercatat kasus baru Corona hari ini mencapai 23.418 dan menjadi yang tertinggi.

Peluncuran program vaksinasi Thailand yang lamban dan kesulitan keuangan akibat pembatasan menambah tekanan politik pada pemerintahan Perdana Menteri Prayut Chan-O-Cha.

Para pengunjuk rasa berkumpul di Bangkok di persimpangan utama Monumen Kemenangan. Mereka menentang larangan pertemuan publik dan membakar karung-karung buah busuk untuk melambangkan kesulitan ekonomi para petani.

"Buah-buahan ini tidak dapat dijual karena kegagalan pemerintah (untuk mengelola virus dan ekonomi)," kata seorang pengunjuk rasa wanita kepada kerumunan beberapa ratus orang.

Demonstran berusaha untuk berbaris di kediaman Prayut di dalam barak militer sambil memegang spanduk besar bertuliskan: "Prayut harus segera keluar."

Polisi menggunakan kawat berduri dan barisan kontainer untuk memblokir jalan, sementara petugas menembakkan gas air mata, peluru karet, dan meriam air.

Setidaknya ada dua pengunjuk rasa terluka termasuk aktivis pemuda Thanat "Nat" Thanakitamnuay, kata sebuah pusat medis darurat.

Pada protes pada hari Selasa dan Rabu di daerah yang sama, polisi menggunakan meriam air, gas air mata, dan peluru karet dan beberapa demonstran melemparkan petasan ke petugas.

Polisi Bangkok bersikeras kalau mereka melakukan pendekatan yang sejalan dengan hukum dan mendesak orang untuk tidak membahayakan kesehatan dan keselamatan masyarakat.

"Ada bukti yang jelas bahwa beberapa orang di antara kelompok protes telah tertular COVID-19," kata Kepala Biro Kepolisian Metropolitan Phukphong Phongpetra kepada wartawan, Jumat.

Seorang pengunjuk rasa muda yang meniup tangannya sendiri saat melempar kembang api selama rapat umum hari Rabu telah dinyatakan positif terkena virus Corona, media lokal melaporkan.

Simak video 'Demo di Thailand Ricuh, Polisi Tembakan Peluru Karet-Gas Air Mata':

[Gambas:Video 20detik]



(eva/jbr)