Hindari Pasukan Myanmar, 2 Orang Tewas Usai Loncat dari Gedung

Rita Uli Hutapea - detikNews
Rabu, 11 Agu 2021 19:31 WIB
Ilustrasi: pembunuhan, mayat, bunuh diri, garis polisi, police line
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Jakarta -

Dua orang tewas dan tiga lainnya terluka setelah melompat dari lantai empat sebuah gedung di ibu kota komersial Myanmar untuk menghindari penangkapan pasukan keamanan Myanmar.

Myanmar berada dalam kekacauan sejak kudeta militer Februari. Menurut kelompok pemantau lokal, lebih dari 900 orang telah tewas dan lebih dari 7.000 orang ditangkap oleh aparat Myanmar.

Kelompok-kelompok hak asasi manusia dan PBB mengatakan ratusan demonstran anti-kudeta telah menghilang dan pengunjuk rasa menghadapi penangkapan sewenang-wenang dan ancaman penyiksaan.

Seperti diberitakan kantor berita AFP, Rabu (11/8/2021), pasukan keamanan menangkap dua pria dan seorang wanita dalam penggerebekan di sebuah gedung di kotapraja Botadaung di Yangon pada hari Selasa (10/8) waktu setempat. Demikian dilaporkan saluran True News yang didukung junta.

Empat pria dan seorang wanita lainnya "melompat keluar dari jendela lantai empat untuk menghindari penangkapan," demikian dilaporkan, seraya menambahkan bahwa wanita tersebut dan salah satu pria telah meninggal karena luka-luka mereka.

True News melaporkan, tiga pria yang terluka telah dibawa ke rumah sakit yang dikelola militer. Disebutkan bahwa dalam penggerebekan itu, petugas telah menemukan "material yang digunakan untuk ledakan"

Pertempuran telah berkobar di seluruh Myanmar sejak kudeta ketika warga membentuk "pasukan pertahanan" untuk memerangi junta militer.

Bentrokan sebagian besar terjadi di daerah pedesaan, meskipun pada bulan Juni lalu, empat pengunjuk rasa dan setidaknya dua perwira militer tewas dalam baku tembak di kota kedua negara itu, Mandalay.

Kantor-kantor dan organisasi pemerintah yang dianggap dekat dengan junta militer juga menjadi sasaran serangan di daerah perkotaan.

(ita/ita)