Kelangkaan BBM Picu Tindak Kekerasan di Lebanon, 3 Orang Tewas

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 10 Agu 2021 12:18 WIB
FILE- In this June 27, 2021 file photo, motorcycle drivers wait to get fuel at a gas station in a southern suburb of Beirut, Lebanon. A brawl at a gas station in northern Lebanon over scarce fuel supplies descended into deadly violence on Monday, Aug. 9, 2021, turning into a fight with knives and guns that killed one man, the countrys news agency said. (AP Photo/Hassan Ammar, File)
Antrean pembeli BBM di tengah krisis ekonomi parah di Lebanon (AP Photo/Hassan Ammar, File)
Beirut -

Dua tindak kekerasan terpisah yang dipicu oleh kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Lebanon bagian utara telah memicu sedikitnya tiga korban jiwa. Krisis ekonomi parah yang tengah melanda Lebanon memicu kelangkaan berbagai kebutuhan pokok warga, yang seringkali memicu konfrontasi.

Seperti dilansir AFP, Selasa (10/8/2021), krisis bahan bakar menyelimuti Lebanon sejak awal musim panas. Bahkan Bank Dunia menyebut krisis ekonomi yang kini melanda Lebanon sebagai yang terburuk sejak pertengahan abad ke-19.

Kini, menurut data Kantor Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA), nyaris 80 persen populasi Lebanon hidup dalam kemiskinan.

Para pengimpor bahan bakar, yang menyalahkan krisis bahan bakar karena penundaan oleh bank sentral Lebanon dalam pembukaan jalur kredit untuk mendanai impor, menerapkan jatah pasokan sangat ketat.

Situasi ini memicu antrean panjang selama berjam-jam di sejumlah pom bensin setempat, yang seringkali diwarnai teriakan warga, adu jotos dan bahkan penembakan fatal yang membutuhkan penjagaan ketat pasukan keamanan.

Pada Senin (9/8) waktu setempat, seorang pria ditembak di sebuah pom bensin di desa Bakhoun, Lebanon bagian utara, setelah terjadi perkelahian akibat seorang pengendara berusaha memotong antrean panjang. Pria yang tidak disebut namanya itu meninggal dunia di rumah sakit, akibat luka-luka yang dideritanya.

Laporan kantor berita National News Agency (NNA) menyebutkan bahwa pelaku penembakan telah menyerahkan diri kepada pihak berwenang.