Jasad Korban Corona Menumpuk, Sri Lanka Gelar Kremasi Massal

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 09 Agu 2021 18:34 WIB
Flames rise from cremation pyres of 13 COVID-19 patients who died in a fire that broke out in Vijay Vallabh COVID-19 hospital, at Virar, near Mumbai, India, Friday, April 23, 2021. Delhi has been cremating so many bodies of coronavirus victims that authorities are getting requests to start cutting down trees in city parks, as a second record surge has brought Indias tattered healthcare system to its knees. (AP Photo/Rajanish Kakade)
Ilustrasi kremasi massal (dok. AP/Rajanish Kakade)

Sementara di kamar mayat Rumah Sakit Nasional Kolombo, seluruh 66 penyimpanan berpendingin terpakai dan jenazah para korban menumpuk di atas troli dan meja-meja di rumah sakit.

Selama pandemi, otoritas Sri Lanka langsung memakamkan jenazah korban dan tidak menyerahkannya kepada keluarga korban. Rohana menyebut lonjakan kasus juga berarti pelacakan kontak terkait pasien Corona tidak lagi praktis untuk dilakukan.

Pembatasan Corona diperketat sejak Jumat (6/8) waktu setempat, saat muncul laporan bahwa pasien-pasien Corona meninggal ketika menunggu giliran dirawat di rumah sakit yang penuh sesak. Pemerintah telah melarang acara kenegaraan dan perkumpulan massal hingga 1 September mendatang.

Sejauh ini, lebih dari 11 juta orang dari total 21 juta jiwa populasi Sri Lanka telah menerima setidaknya satu dosis vaksin Corona. Sekitar 2,93 juta orang lainnya telah menerima dua dosis vaksin hingga Minggu (8/8) waktu setempat.

Sri Lanka saat ini mencatat total nyaris 330.000 kasus Corona dengan 5.107 kematian. Para pakar menilai angka sebenarnya di lapangan jauh lebih tinggi dari data resmi tersebut.

Gelombang penularan terbaru muncul setelah pemerintah melonggarkan pembatasan Corona pada April lalu demi mengizinkan digelarnya perayaan tradisi Sinhala dan Tahun Baru Tamil. Aturan diperketat kembali pada Mei namun dilonggarkan lagi sejak 10 Juli.


(nvc/ita)