Taiwan Beli Senjata Artileri AS Rp 10 T untuk Hadapi China

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 05 Agu 2021 15:11 WIB
Soldiers fire during a military exercise in Hsinchu County, northern Taiwan, Tuesday, Jan. 19, 2021. Taiwanese troops using tanks, mortars and small arms staged a drill Tuesday aimed at repelling an attack from China, which has increased its threats to reclaim the island and its own displays of military might. (AP Photo/Chiang Ying-ying)
Ilustrasi (dok. AP Photo/Chiang Ying-ying)

Militer Taiwan jelas lebih kecil jika dibandingkan militer China, ditambah banyak perlengkapannya termasuk armada jet tempur yang sudah menua. Sistem artileri Howitzer yang bisa dipindahkan akan menjadi kunci dalam menangkal invasi, memampukan militer Taiwan mengarahkan tembakan ke kapal pengangkut tentara dan mengebom pantai yang menjadi lokasi pendaratan.

Mantan Presiden Donald Trump menggenjot habis-habisan penjualan senjata ke Taiwan pada era kepemimpinannya, saat dia berselisih dengan China dalam sejumlah isu mulai dari perdagangan hingga keamanan nasional. Penjualan senjata itu mencakup drone, sistem rudal dan jet tempur generasi baru.

Sementara Biden lebih terbuka untuk bekerja dengan China dalam isu-isu umum seperti perubahan iklim. Namun dia mempertahankan kebijakan keras Trump saat menyangkut pelanggaran hak asasi manusia (HAM) China dan ancaman terhadap Taiwan.

Membela Taiwan dari invasi China telah menjadi masalah bipartisan di AS dan persetujuan Kongres terhadap penjualan sistem artileri Howitzer itu besar kemungkinan akan diberikan.


(nvc/ita)