International Updates

Ada Perban di Kepala Kim Jong-Un, Kapal Perang Jerman ke Laut China Selatan

Rita Uli Hutapea - detikNews
Selasa, 03 Agu 2021 18:58 WIB
Di sini tak ada gaya rambut seperti milik Korea Selatan, kata Kim Jong-un (AFP via Getty Images)
Pemimpin Korut Kim Jong Un (Foto: AFP via Getty Images)
Jakarta -

Pemimpin Korea Utara (Korut), Kim Jong-Un, terlihat memakai perban berukuran sebesar perangko di bagian belakang kepalanya saat muncul di depan publik beberapa hari terakhir. Hal ini semakin memicu spekulasi soal kondisi kesehatan pemimpin rezim komunis itu.

Seperti dilansir Bloomberg dan The Star, Selasa (3/8/2021), laporan situs NK News dan surat kabar Chosun Ilbo menyebut perban atau plester yang menempel pada bagian belakang kepala itu terlihat dalam foto-foto yang dirilis media nasional Korut saat Kim Jong-Un menghadiri acara militer Korut pada 24-27 Juli.

Dalam foto-foto lainnya saat Kim Jong-Un menghadiri acara pada akhir Juli, perban itu sudah tidak ada, namun ada bekas warna gelap tampak di bagian belakang kepala.

Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Selasa (3/8/2021):

- Ebrahim Raisi Dilantik Jadi Presiden Iran

Figur ultrakonservatif, Ebrahim Raisi dilantik sebagai Presiden Iran pada Selasa (3/8).

"Mengikuti pilihan rakyat, saya menugaskan Hojatoleslam Ebrahim Raisi yang bijaksana, tak kenal lelah, berpengalaman dan populer, sebagai Presiden Republik Islam Iran," tulis pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei dalam sebuah dekrit yang dibacakan oleh kepala stafnya.

Seperti diberitakan kantor berita AFP, Selasa (3/8/2021), Raisi menggantikan presiden moderat Hassan Rouhani, yang pencapaian bersejarahnya adalah perjanjian nuklir 2015 antara Iran dan enam kekuatan besar dunia.

- Pertama Kali, Jerman Kirim Kapal Perang ke Laut China Selatan

Jerman mengirimkan sebuah kapal perang ke perairan Laut China Selatan untuk pertama kali dalam nyaris dua dekade terakhir. Ini berarti Jerman bergabung dengan negara-negara Barat lainnya dalam memperluas kehadiran militer di kawasan tersebut saat meningkatnya kekhawatiran atas ambisi teritorial China.

Seperti dilansir Reuters, Selasa (3/8/2021), China mengklaim sebagian besar perairan Laut China Selatan dan mendirikan pos militer di pulau-pulau buatan yang dibangunnya di perairan sengketa yang kaya akan sumber daya mineral dan laut tersebut.

Angkatan Laut AS, dalam aksi pamer kekuatan melawan klaim teritorial China, secara rutin melakukan apa yang disebutnya sebagai operasi 'kebebasan navigasi' dengan kapal-kapal militer mereka berlayar dekat dengan pulau yang menjadi sengketa di Laut China Selatan.

- Obama Akan Gelar Pesta Ultah, Politikus Republik Ramai-ramai Mengkritik

Mantan Presiden Amerika Serikat (AS), Barack Obama, menuai kritikan karena berencana menggelar pesta perayaan ulang tahun (ultah) ke-60 dengan mematuhi semua protokol virus Corona (COVID-19) yang berlaku. Kritikan terhadap Obama banyak dilontarkan kalangan politikus Partai Republik.

Seperti dilansir AFP, Selasa (3/8/2021), para politikus Republikan mengkritik Obama karena dianggap menggelar pesta besar di tengah kenaikan kasus Corona yang dipicu varian Delta yang mudah menular.

Simak juga 'Kim Jong-un Kumpulkan Perwira Tinggi Militer':

[Gambas:Video 20detik]