Round-Up

Klaim China Bila Vaksinnya Masih Mujarab Lawan Varian Delta

Tim detikcom - detikNews
Senin, 02 Agu 2021 20:16 WIB
Residents line up for coronavirus tests at tents set up on the streets of Beijing on Sunday, Dec. 27, 2020. Beijing has urged residents not to leave the city during the Lunar New Year holiday in February, implementing new restrictions and mass testings after several coronavirus infections last week. (AP Photo/Ng Han Guan)
Ilustrasi. (Foto: AP/Ng Han Guan)

Program Vaksinasi Massal

Komisi Kesehatan Nasional China (NHC) dalam pernyataannya menyebut program vaksinasi massal di China berjalan lancar, dengan lebih dari 1,65 miliar dosis vaksin Corona telah disuntikkan di berbagai wilayah China hingga Sabtu (31/7) waktu setempat.

Pejabat Biro Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada NHC, He Qinghua, menuturkan program vaksinasi massal itu mencakup 150 juta orang berusia 60 tahun ke atas dan 12,48 juta remaja berusia 12-17 tahun.

Beberapa waktu terakhir, China menghadapi kemunculan wabah lokal terbaru yang pertama terdeteksi di Nanjing, Provinsi Jiangsu, pada 20 Juli. Wabah baru itu disebut dipicu oleh varian Delta.

Menurut China Daily, otoritas China tengah mempertimbangkan soal pemberian dosis vaksin tambahan untuk kelompok rentan dan para pekerja berisiko tinggi demi meningkatkan imunitas melawan Corona.

Dalam konferensi pers pada Sabtu (31/7) waktu setempat, Shao Yiming menyatakan berdasarkan pemantauan awal, orang-orang dengan sistem imunitas lemah seperti warga lanjut usia dan penderita penyakit kronis, serta pekerja yang berisiko tinggi tertular Corona. Disebutkan mereka kemungkinan membutuhkan suntikan booster pada 6-12 bulan setelah vaksinasi awal.

"Apakah ini diperlukan dan kapan suntikan booster harus dilakukan masih diteliti," sebutnya.


(idn/idn)