15 Tentara Gugur dalam Serangan di Niger, 6 Orang Hilang

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Senin, 02 Agu 2021 05:19 WIB
Nigerien army officials inspect the car belonging to French aid group ACTED in the Kour Reserve, about 60 km from Niamey, on August 21, 2020, at the scene where six French aid workers, their local guide and the driver were killed by unidentified gunmen riding motorcycles on August 9, 2020. (Photo by Boureima HAMA / AFP)
Ilustrasi tentara Niger (Foto: AFP/BOUREIMA HAMA)
Niamey -

Kementerian Pertahanan Niger mengatakan sebanyak 15 tentara gugur dalam serangan teroris di barat daya Niger dekat perbatasan Burkina Faso. Sementara itu sebanyak 6 orang dinyatakan hilang.

Dilansir AFP, Senin (2/8/2021) para prajurit itu pertama kali disergap dan kemudian terkena bom rakitan. Peristiwa itu terjadi pada Sabtu pukul 11.00 pagi waktu setempat ketika para tentara mencoba mengevakuasi mereka yang terluka.

Pernyataan Kemhan Niger itu menjabarkan jumlah korban serangan di wilayah Torodi adalah "15 tentara tewas, tujuh terluka dan enam hilang,".

Didukung oleh pesawat militer, pasukan darat Niger meluncurkan "pencarian luas di daerah itu" untuk "menangkap teroris," kata pernyataan itu.

Torodi berada di barat daya wilayah Tillaberi yang terletak di sepanjang perbatasan Niger, Burkina Faso, dan Mali.

Wilayah ini sering diserang oleh Negara Islam di Sahara Besar (EIGS) dan Kelompok yang berafiliasi dengan Al-Qaeda untuk Mendukung Islam dan Muslim (GSIM), aliansi jihad terbesar di Sahel.

Serangan jihadis yang dicurigai semakin menargetkan warga sipil di wilayah Tillaberi. Wilayah ini terkenal luas dan gersang.

Sekitar 33 penduduk desa tewas dalam dua serangan terpisah dalam minggu lalu lebih jauh ke utara, menuju perbatasan dengan Mali.

Sebuah kontingen 1.200 tentara Chad dikerahkan di wilayah tiga perbatasan sebagai bagian dari pasukan multinasional yang disatukan oleh kelompok G5 Sahel, yang terdiri dari Burkina Faso, Chad, Mali, Mauritania dan Niger.

(lir/lir)