Sebuah Sinagoga Dicoret Swastika, PM Israel Berang

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Senin, 02 Agu 2021 01:02 WIB
Israels new prime minister Naftali Bennett holds a first cabinet meeting in Jerusalem Sunday, June 13, 2021. Israels parliament has voted in favor of a new coalition government, formally ending Prime Minister Benjamin Netanyahus historic 12-year rule. Naftali Bennett, a former ally of Netanyahu became the new prime minister (AP Photo/Ariel Schalit)
Naftali Bennett (Foto: AP/Ariel Schalit)
Yerusalem -

Perdana Menteri Israel, Naftali Bennett mengecam coretan swastika di sebuah sinagoga di dekat Tel Aviv. Bennett menyebut aksi vandalisme itu sebagai kebencian yang serius.

"Vandalisme di sebuah sinagog di Bnei Brak adalah tindakan kebencian dan hasutan yang sangat serius," kata Bennett seperti dilansir AFP, Minggu (1/8/2021)

"Polisi akan menindak pelaku kejahatan semaksimal mungkin," tambahnya.

Polisi mengatakan mereka telah melakukan penyelidikan atas "dugaan pencoretan swastika di dinding dua sinagoga di kota Bnei Brak, di pinggiran Tel Aviv.

Rabi Asher Landau dari sinagoge Young Israel mengatakan kepada AFP bahwa anggota jemaah menemukan coretan swastika di dua pintu tempat ibadah pada Sabtu pagi.

Dia juga mengatakan kondom dipasang di gagang pintu. "Perasaan yang mengerikan. Perasaan sedih," kata Landau.

Landau mengatakan bahwa banyak anggota jemaah, termasuk dirinya, yang selamat dari Holocaust atau keturunan mereka.

Dia mengatakan foto-foto Shira Banki, seorang gadis remaja yang dibunuh pada tahun 2015 oleh seorang penyerang Yahudi ultra-Ortodoks selama parade Jerusalem Pride, berserakan di tanah.

Dia menambahkan bahwa swastika dan gambar Banki juga ditemukan di sinagoga lain di lingkungan itu. Bnei Brak adalah rumah bagi komunitas ultra-Ortodoks yang besar.

Anggota parlemen Israel Eichler dari partai ultra-Ortodoks United Torah Judaism mengatakan perusakan itu adalah hasil dari "hasutan" terhadap masyarakat. Hal itu disampaikan situs berita agama Yahudi Kikar Hashabbat.

(lir/lir)