Corona Thailand Menggila, PM Prayuth: Negara Lain Lebih Parah!

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 30 Jul 2021 14:10 WIB
This frame grab from Thai TV Pool video footage taken on October 21, 2020 shows Thailands Prime Minister Prayut Chan-O-Cha speaking in Bangkok. - Thailands premier on October 22 revoked an emergency decree that had been intended to quell pro-democracy rallies despite it failing to stamp out daily protests demanding he resign and for reforms of the unassailable monarchy. (Photo by - / Thai TV Pool / AFP)
Prayuth Chan-o-cha (dok. Thai TV Pool/AFP)
Bangkok -

Perdana Menteri (PM) Thailand, Prayuth Chan-o-cha, meremehkan situasi terkini pandemi virus Corona (COVID-19) di negaranya. Dia mengklaim negara-negara lain menghadapi beban kasus Corona yang lebih tinggi dari Thailand.

"Jika kita merenungkan penularan di negara kita, mungkin tampak mengejutkan, melihat pada kematian harian. Saya ingin Anda memperhatikan angka-angka ini di negara-negara tetangga kita dan negara lainnya untuk sebuah perubahan," ucap Prayuth dalam wawancara khusus di Government House pekan ini, seperti dilansir Channel News Asia, Jumat (30/7/2021).

"Saat ini, setiap negara di dunia sedikit banyak telah merasakan dampaknya. Ada banyak negara di peringkat atas, seperti Anda bisa lihat, yang angkanya berkali-kali lipat lebih tinggi dari kita," imbuhnya, tanpa menyebut negara yang dimaksudnya.

Meskipun terjadi kenaikan beban kasus Corona di Thailand -- mencapai di atas 10.000 kasus selama dua pekan terakhir -- Prayuth menyatakan penanganan pandemi oleh pemerintahannya tidak bermasalah. Dia berargumen bahwa negara-negara lainnya juga belum mampu mengendalikan pandemi.

"Ada banyak orang. Kita telah memperkerjakan ratusan ribu personel medis, pejabat, polisi dan militer untuk mengurusi nyaris 70 juta orang. Saya pikir sistem kita tidak problematik. Persoalannya adalah soal kecukupan petugas, yang harus memberikan perawatan lebih. Kita harus mengandalkan para relawan," tuturnya.

Pada Jumat (30/7) waktu setempat, Thailand melaporkan 17.345 kasus baru Corona dan 117 kematian dalam 24 jam terakhir. Secara total, negara ini mencatat 578.375 kasus Corona dengan 4.679 kematian. Data Kementerian Kesehatan menunjukkan kini ada 192.526 pasien yang dirawat di rumah sakit, dengan 1.012 pasien di antarannya menggunakan bantuan ventilator.

Thailand tampak bisa menangani pandemi dengan baik tahun lalu, saat mencatat nol kasus penularan lokal selama berbulan-bulan. Namun situasinya berubah drastis dalam beberapa bulan terakhir. Sebuah klaster kelab malam di Bangkok yang terdeteksi pada April memicu gelombang baru Corona yang akhirnya membawa Thailand kembali ke dalam krisis kesehatan.

Tonton video 'Corona di Thailand Menggila, Seribu Biksu Mulai Divaksinasi':

[Gambas:Video 20detik]