China Luncurkan Satelit Terbaru untuk Amati Bumi

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 29 Jul 2021 18:24 WIB
A Long March 3B rocket carrying the Beidou-3GEO3 satellite lifts off from the Xichang Satellite Launch Center in Xichang in Chinas southwestern Sichuan province on June 23, 2020. - China on June 23 launched the final satellite in its homegrown geolocation system designed to rival the US GPS network, marking a major step in its race for market share in the lucrative sector. (Photo by STR / AFP) / China OUT
Ilustrasi (dok. AFP/STR)
Beijing -

China baru saja meluncurkan sebuah satelit pengamatan Bumi pada Kamis (29/7) siang waktu setempat. Peluncuran satelit ini dilakukan dari area Gurun Gobi.

Seperti dilansir China Daily dan The Star, Kamis (29/7/2021), satelit bernama Tianhui 1-04 ini diluncurkan dengan menggunakan roket pembawa Long March 2D yang mengudara dari Pusat Peluncuran Satelit Jiuquan di area Gurun Gobi pada Kamis (29/7) siang, sekitar pukul 12.01 waktu setempat.

Badan Sains dan Teknologi Luar Angkasa China dalam pernyataannya menyebut ini merupakan peluncuran ke-381 dengan roket jenis Long March.

Satelit Tianhui 1-04 yang dikembangkan oleh Perusahaan Luar Angkasa Dongfanghong, anak perusahaan Akademi Teknologi Luar Angkasa China, akan digunakan untuk eksperimen ilmiah, mengamati sumber daya lahan dan pemetaan daratan.

Satelit pertama dari rangkaian Tianhui 1, yakni Tianhui 1-01, diluncurkan pada Agustus 2010. Hingga saat ini, sudah ada empat satelit dari rangkaian Tianhui 1 yang diluncurkan ke orbit di luar angkasa oleh China.

Sementara itu, roket Long March 2D yang dikembangkan oleh Akademi Teknologi Penerbangan Luar Angkasa Shanghai, memiliki bobot lepas landas 300 metrik ton dan mampu membawa sejumlah besar satelit ke orbit yang berbeda-beda.

Roket itu juga memiliki kapasitas pengangkut seberat 1,2 ton ke orbit sinkron matahari yang khas, dengan ketinggian 700 kilometer, yang kerap digunakan oleh satelit cuaca atau penginderaan jauh.

Badan Sains dan Teknologi Luar Angkasa China mengumumkan pada awal tahun ini soal rencana meluncurkan 40 misi ke luar angkasa sepanjang tahun ini. Misi terpenting adalah mengirimkan para astronaut China ke stasiun luar angkasa China.

(nvc/ita)