Corona Melonjak Lagi, ICU Rumah Sakit AS Mulai Kewalahan

Rita Uli Hutapea - detikNews
Kamis, 29 Jul 2021 12:31 WIB
Petugas medis mempersiapkan ruangan yang akan digunakan untuk pasien COVID-19 di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta, Kamis (30/4/2020). Peralatan medis ini didatangkan oleh CT Corp, bersama Bank Mega serta dukungan Indofood dan Astra Group.
ilustrasi (Foto: Rifkianto Nugroho)
Jakarta -

Rumah sakit di negara-negara bagian Amerika Serikat yang mengalami lonjakan kasus infeksi virus Corona, mulai kewalahan di unit gawat darurat dan unit perawatan intensif (ICU).

Seperti diberitakan Bloomberg, Kamis (29/7/2021), pejabat kesehatan negara bagian Mississippi telah mengatakan kepada rumah sakit di sana untuk menunda banyak operasi elektif mulai minggu depan dan membentuk komando pusat untuk membantu mencari tempat tidur ICU. Operasi elektif adalah operasi terencana yang tidak harus segera dilakukan karena tidak memiliki indikasi ancaman pada nyawa atau kecacatan.

Hingga Selasa (27/7) waktu setempat, 28 rumah sakit di Mississippi tidak lagi memiliki tempat tidur ICU yang kosong karena banyaknya pasien COVID-19 yang masuk, sementara rumah sakit tersebut juga sudah menangani keadaan darurat sehari-hari seperti stroke dan kecelakaan mobil. Demikian disampaikan Jim Craig, wakil senior untuk Departemen Kesehatan Mississippi dalam briefing dengan wartawan.

Rumah sakit di Arkansas, Florida, dan Louisiana juga mulai kewalahan, dan para staf sangat kelelahan selama lebih dari setahun akibat pandemi. Rumah sakit di negara bagian Missouri juga banyak yang penuh. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS, negara-negara bagian itu, semuanya mencatat angka tertinggi di AS dari kasus COVID-19 per 100.000 orang.

Kecepatan dan intensitas lonjakan kasus -- dipicu oleh varian Delta yang sangat menular -- menunjukkan bahwa harapan baru-baru ini bahwa krisis Corona akan segera berakhir adalah prematur.

"Kami melihat peningkatan besar sekarang dan sekolah-sekolah baru saja dimulai," kata Thomas Dobbs, petugas kesehatan negara bagian Mississippi.

Sebelumnya, Direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) Rochelle Walensky mengatakan varian Delta juga telah menyebabkan lonjakan kematian di seluruh Amerika Serikat, hampir seluruhnya di antara orang-orang yang tidak divaksinasi.

Simak Video: AS Diwanti-wanti Lonjakan Kasus Covid-19

[Gambas:Video 20detik]