Kepala Paspampres Ditangkap Atas Pembunuhan Presiden Haiti

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 27 Jul 2021 10:10 WIB
President of Haiti Jovenel Moise offers bouquet of flowers at the mass graveyard during the commemorative ceremonies of Haitis 10th earthquake anniversary on the outskirts of Port-au-Prince, on January 12, 2020. - Haitians on Sunday paid somber tribute to the thousands who died in the devastating earthquake of January 12, 2010, as grief mixed with bitterness over failed reconstruction efforts and continuing political instability.Thousands of Haitians flowed into churches for masses celebrated in the memory of the dead. (Photo by CHANDAN KHANNA / AFP)
Jovenel Moise (dok. AFP/CHANDAN KHANNA)
Port-au-Prince -

Kepolisian Haiti menangkap kepala pengamanan kepresidenan untuk mendiang Presiden Jovenel Moise sebagai bagian dari penyelidikan atas kasus pembunuhan Moise pada 7 Juli lalu.

Seperti dilansir AFP, Selasa (27/7/2021), kepala pengamanan kepresidenan yang bernama Jean Laguel Civil diduga terlibat dalam plot pembunuhan Moise di kediaman kepresidenan di Port-au-Prince pada malam hari 7 Juli lalu.

Para pelaku yang disebut sebagai tim komando bersenjata disebut berhasil melewati pengamanan kepresidenan tanpa perlu melepaskan satu tembakan pun.

Disebutkan Kepolisian Haiti bahwa Civil kini ditahan di dalam sel isolasi di sebuah penjara di Delmas, dekat ibu kota Port-au-Prince.

"Saya bisa mengonfirmasi bahwa Jean Laguel Civil ditangkap pada Senin (26/7) waktu setempat oleh polisi sebagai bagian dari penyelidikan atas pembunuhan Presiden Jovenel Moise," sebut juru bicara Kepolisian Haiti, Marie Michelle Verrier, kepada AFP.

Komisioner Port-au-Prince, Me Bed-ford Claude telah memerintahkan otoritas imigrasi setempat untuk melarang empat polisi, yang juga bertanggung jawab atas pengamanan Moise, untuk meninggalkan Haiti.

Pada Senin (26/7) waktu setempat, Kepolisian Haiti menerbitkan surat perintah penangkapan untuk Wendell Coq Thelot, seorang hakim pada pengadilan tertinggi di Haiti yang diketahui dipecat oleh Moise.

Kronologi detail soal pembunuhan Moise masih belum jelas, namun Perdana Menteri (PM) baru Haiti, Ariel Henry, berjanji akan membawa para pembunuh Moise ke pengadilan.

Kepolisian Haiti telah menangkap 20 tentara bayaran asal Kolombia dalam bagian dari plot yang disebut direncanakan oleh sekelompok warga Haiti dengan keterkaitan asing.

Lihat Video: Pemimpin Gangster di Haiti Tuntut Kematian Jovonel Moise

[Gambas:Video 20detik]




(nvc/ita)