Komplotan 'Penjual' Tempat Tidur Perawatan Pasien COVID di Peru Ditangkap

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 23 Jul 2021 04:43 WIB
ilustrasi kejahatan kriminal perampokan pembunuhan pemerkosaan pencopetan
Ilustrasi kejahatan (Foto: andi saputra)
Lima -

Kepolisian Peru mengungkap kasus oknum yang kerap 'menjual' tempat tidur perawatan pasien COVID-19. Ada 9 orang yang ditangkap atas tuduhan 'menjual' tempat tidur perawatan intensif ke pasien Corona dengan mematok harga hingga ribuan Dollar.

Dilansir AFP, Jumat (23/7/2021), dari 9 pelaku yang ditangkap, ada juga termasuk Direktur LSM perawatan pasien. Mereka ditangkap pada Rabu (21/7) dan muncul di pengadilan pada hari berikutnya.

Jaksa Reynaldo Abia mengatakan bahwa penyelidikan dibuka setelah keluhan dari seorang wanita yang memiliki anggota keluarga dengan COVID-19 dan harus membayar tempat tidur selama perawatan di RS. Komplotan itu diduga meminta 82.000 sol (atau sekitar USD20.500) agar para korbannya bisa masuk ke dalam daftar tunggu untuk tempat tidur perawatan intensif di Rumah Sakit Guillermo Almenara di Lima.

Pandemi Corona di Peru telah membuat rumah sakitnya berada di bawah tekanan ekstrem, dan pasokan oksigen menipis. Pada April, Peru memiliki rekor 15.547 pasien Corona di rumah sakit pada satu titik, turun menjadi sekitar 7.000 hari ini.

Dengan sekitar 2 juta infeksi dan hampir 200.000 kematian, Peru adalah negara di dunia dengan tingkat kematian virus corona tertinggi.

"Sangat menjijikkan bahwa seseorang dapat berdagang di tempat tidur ICU. Saya percaya hukumannya harus drastis," kata Menteri Kesehatan Oscar Ugarte.

Simak Video: Varian Corona 'Lambda' C37 Kini Masuk Kategori Variant of Interest

[Gambas:Video 20detik]



(fas/fas)