International Updates

Malaysia Cetak Rekor Kematian Corona, PM Australia Minta Maaf Vaksinasi Lambat

Rita Uli Hutapea - detikNews
Kamis, 22 Jul 2021 17:48 WIB
Malaysia perpanjang lockdown guna cegah penyebaran virus Corona di kawasannya. Lockdown diperpanjang menyusul kasus COVID-19 harian di negara itu masih tinggi.
Malaysia mencatat rekor kematian harian karena Corona (Foto: AP Photo/Vincent Thian)
Jakarta -

Malaysia baru saja mencetak rekor tertinggi untuk kematian harian akibat virus Corona (COVID-19). Negara ini melaporkan nyaris 200 kematian dalam sehari, yang menandai hari terkelam sejak pandemi Corona merebak awal tahun lalu.

Seperti dilansir Channel News Asia, Kamis (22/7/2021), Kementerian Kesehatan Malaysia melaporkan sedikitnya 199 kematian akibat Corona dalam 24 jam terakhir di wilayahnya.

Dengan tambahan itu, maka total 7.440 kematian akibat Corona kini tercatat di Malaysia.

Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Kamis (22/7/2021):

- Ramai Hoaks Vaksin, Kasus Corona AS Naik 3 Kali Lipat dalam 2 Pekan

Jumlah kasus virus Corona (COVID-19) di Amerika Serikat (AS) meningkat nyaris tiga kali lipat dalam dua pekan terakhir di tengah gempuran disinformasi atau informasi keliru dan hoaks soal vaksin. Situasi itu semakin membebani rumah sakit, membuat para dokter kelelahan dan mendorong para pendeta di AS ikut turun tangan.

"Staf-staf kita, mereka frustrasi," ucap Direktur Pencegahan Infeksi pada UF Health Jacksonville, Chad Neilsen, seperti dilansir Associated Press, Kamis (22/7/2021).

UF Health Jacksonville merupakan sebuah rumah sakit di Florida, AS, yang terpaksa membatalkan jadwal operasi dan prosedur medis lainnya setelah jumlah pasien Corona yang dirawat inap melonjak menjadi 134 orang, dari tadinya 16 orang pada pertengahan Mei. Kebanyakan pasien yang dirawat itu belum divaksin Corona.

- WNI Jadi Satu-satunya Kasus Corona Varian Delta di Sarawak

Seorang wanita asal Indonesia (WNI) teridentifikasi sebagai satu-satunya kasus virus Corona (COVID-19) varian Delta yang terdeteksi di negara bagian Sarawak, Malaysia. WNI berusia 29 tahun ini diketahui masuk ke wilayah Sarawak secara ilegal.

Seperti dilansir The Star, Kamis (22/7/2021), seorang pejabat Kepolisian Sibu, Asisten Komisioner Stanley Jonathan Ringgit, menuturkan bahwa wanita yang tidak disebut identitasnya itu menyusup masuk ke wilayah Sarawak melalui rute ilegal atau yang disebut sebagai 'jalan tikus', dari Pontianak, Kalimantan Barat.

Disebutkan lebih lanjut oleh Stanley bahwa wanita Indonesia itu didampingi seorang pria berusia 22 tahun yang juga berkewarganegaraan Indonesia. Keduanya masuk secara ilegal ke Sarawak pada 5 Juli lalu.

"Mereka masuk ke negara bagian ini melalui jalan tikus dari Pontianak kemudian naik lori (truk pengangkut barang) ke Sibu," tutur Stanley dalam konferensi pers pada Kamis (22/7) waktu setempat.

- India Laporkan Kematian Pertama pada Manusia Akibat Flu Burung

Seorang bocah laki-laki berusia 11 tahun telah meninggal di India karena virus flu burung jenis H5N1. Ini merupakan kematian pertama akibat flu burung pada manusia di negara itu.

Kematian ini menyoroti potensi risiko baru bagi negara terpadat kedua di dunia yang tengah memerangi pandemi virus Corona tersebut.

Selanjutnya
Halaman
1 2