Round-Up

Mengemuka Tudingan ke PM Inggris Sebab Anggap Enteng Pandemi Corona

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 22 Jul 2021 05:00 WIB
(FILES) In this file photo taken on July 23, 2019 new Conservative Party leader and incoming prime minister Boris Johnson arrives at the Conservative party headquarters in central London. - On July 23, 2019, party members choose Brexit figurehead Boris Johnson as their new leader. He becomes prime minister the next day. (Photo by Niklas HALLEN / AFP)
Perdana Menteri (PM) Inggris, Boris Johnson (AFP/NIKLAS HALLE'N)
London -

Perdana Menteri (PM) Inggris, Boris Johnson, diserang tudingan menganggap enteng pandemi virus Corona (COVID-19). Tudingan dilontarkan mantan penasihatnya, Dominic Cummings.

Seperti dilansir AFP, Rabu (21/7/2021), Cummings menyebut Johnson sempat menolak penerapan lockdown kedua di Inggris karena kebanyakan yang sekarat akibat Corona berusia di atas 80 tahun.

Dalam wawancara dengan BBC yang ditayangkan Selasa (20/7) waktu setempat, Cummings menyebut mantan bosnya itu 'menempatkan kepentingan politiknya di atas kehidupan rakyat'.

Cummings mengundurkan diri sebagai kepala penasihat Downing Street -- kantor PM Inggris -- pada November tahun lalu setelah terjadi perebutan kekuasaan internal. Dalam serangkaian serangan terhadap pemerintah Inggris, Cummings membagikan pesan-pesan WhatsApp yang disebutnya dikirimkan Johnson.

Dominic Cummings, senior aide to Prime Minister Boris Johnson, makes a statement inside 10 Downing Street, London, Monday May 25, 2020, over allegations he breached coronavirus lockdown restrictions. In an exceptionally rare televised statement, Cummings gave a detailed account of his movements in late March and early April, which have caused an intense political storm. (Jonathan Brady/Pool via AP)Dominic Cummings (Jonathan Brady/Pool via AP)

Dalam salah satu pesan yang ditunjukkan kepada BBC, sang PM Inggris diduga mengirimkan pesan pada Oktober tahun lalu yang menyebut bahwa kebanyakan orang yang meninggal akibat Corona sudah lanjut usia.

"Usia rata-rata adalah 82-81 untuk pria, 85 untuk wanita. Itu ada di atas harapan hidup. Jadi terkena COVID dan hiduplah lebih lama," demikian bunyi pesan yang ditulis Johnson seperti ditunjukkan Cummings.

Johnson juga disebut menganggap enteng dampak pandemi Corona terhadap Layanan Kesehatan Nasional (NHS), meskipun dia sendiri sempat mendapatkan perawatan intensif saat terinfeksi Corona pada musim semi lalu.

"Saya tidak lagi mempercayai soal NHS kewalahan ini. Teman-teman, saya pikir kita mungkin perlu melakukan kalibrasi ulang," sebut pesan WhatsApp tanggal 15 Oktober tahun lalu, yang disebut dikirimkan Johnson sekitar dua pekan sebelum mengumumkan lockdown kedua di Inggris.

Simak berita selengkapnya di halaman selanjutnya.

Lihat juga Video: Kasus Harian Covid-19 di Inggris Bertambah 48 Ribu

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2