Tak Ingin Perang di Dalam Kota, Taliban Minta Afganistan Menyerah

Arief Ikhsanudin - detikNews
Selasa, 13 Jul 2021 23:56 WIB
HERAT, AFGHANISTAN - OCTOBER 14:  Taliban fighters lay down their weapons as they surrender to the government of Herat Province on October 14, 2009 in Western Afghanistan.  More than 40 insurgents handed in their weapons in the wake of an ongoing government security operation which killed the Taliban commander in the Gazara district, Ghulam Yahya Akbari days ago.  (Photo by Majid/Getty Images)
Ilustrasi Taliban (Getty Images/Majid Saeedi).
Kabul -

Taliban menyebut tidak ingin berperang dengan pasukan Pemerintah di kota-kota Afganistan. Mereka lebih senang jika Pemerintah Afganistan menyerah.

Dilansir dari AFP, Selasa (13/7/2021), Kepala Komisi Taliban, Amir Khan Muttaqi menyebut, pertempuran sudah mendekati kota.

"Sekarang pertempuran dari pegunungan dan gurun telah mencapai pintu kota, Mujahiddin (Taliban) tidak ingin pertempuran di dalam kota," kata Amir dalam pesan yang di-tweet oleh juru bicara Taliban.

"Lebih baik, menggunakan saluran apa pun yang memungkinkan untuk berhubungan dengan komisi undangan dan bimbingan kami," katanya seranya menambahkan ini akan mencegah kota mereka dari kerusakan.

Beberap jam setelah pesan Mattuqi, ledakan bom di pinggir jalan pada jam sibuk di pusat ibu kota Afganistan menewaskan empat warga sipil dan melukai 11 lainnya.

"Ledakan itu terjadi di pusat Kabul," kata Jubir polisi Ferdaws Faramurz, kepada wartawan.

Koementar Muttaqi muncul saat Kementerian Pertahanan mengatakan pasukan Afganistan telah membersihkan Kota Qala-i-Naw setelah pertempuran berhari-hari.

Diketahui, Amerika Serikat memerintahkan seluruh tentaranya di Afghanistan pulang dari negara yang dilanda perang tak berkesudahan itu. Angkat kakinya AS dari Afghanistan ini membuat kelompok Taliban mengklaim telah menguasai 85 persen wilayah Afghanistan.

Seperti diberitakan kantor berita AFP, Jumat (9/7), beberapa jam setelah Presiden AS Joe Biden mengeluarkan pembelaan tentang penarikan pasukan AS dari Afghanistan, Taliban mengatakan para petempurnya telah merebut kota perbatasan Islam Qala, perlintasan perbatasan utama dengan Iran.

Lihat Video: Presiden Afghanistan Minta Taliban Hentikan Perang

[Gambas:Video 20detik]



(aik/aik)