Sosok Jacob Zuma, Bekas Penguasa Afrika Selatan yang Kini Dibui

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 13 Jul 2021 17:00 WIB
FILE - In this Sunday, July 4, 2021 file photo, former President Jacob Zuma addresses the press at his home in Nkandla, KwaZulu-Natal Province, South Africa. Zuma left his home to hand himself over to authorities to serve a 15-month prison term Wednesday, July 7, 2021. (AP Photo/Shiraaz Mohamed, File)
Jacob Zuma (AP Photo/Shiraaz Mohamed, File)
Cape Town -

Jacob Zuma menjadi mantan Presiden Afrika Selatan pertama yang mendekam di dalam penjara. Dijebloskannya Zuma ke penjara telah memicu kerusuhan dan penjarahan besar-besaran di Afrika Selatan.

Seperti dilansir BBC, Selasa (13/7/2021), Zuma yang kini berusia 79 tahun mendekam di dalam penjara sejak pekan lalu, setelah dia menyerahkan diri untuk mulai menjalani masa hukuman 15 bulan penjara yang dijatuhkan kepadanya atas dakwaan menghina pengadilan.

Penyerahan diri Zuma diwarnai adegan dramatis saat dia dikawal oleh konvoi kendaraan dari kediamannya di wilayah Nkandla menuju ke sebuah penjara di kota kecil Estcourt pada Rabu (7/7) sebelum tengah malam.

Putra Zuma, Edward, saat itu memperingatkan bahwa akan ada 'darah yang tertumpah' jika ayahnya ditangkap. Sebelumnya bahkan putra Zuma berjaga di depan gerbang rumahnya dengan membawa tongkat.

Vonis 15 bulan penjara itu dijatuhkan kepada Zuma pada 29 Juni lalu, setelah dia menolak untuk memenuhi panggilan komisi antikorupsi untuk ditanyai soal sejumlah tuduhan yang menjeratnya, termasuk dugaan penyuapan dan penipuan. Zuma berulang kali menyangkal rentetan tuduhan korupsi yang menjeratnya sejak lama.

Dijebloskannya Zuma ke penjara ini menandai kejatuhan mantan Presiden Afrika Selatan yang menjabat dari tahun 2009 hingga tahun 2018 lalu, dan pernah menjadi tokoh politik terkenal serta secara luas dipuja sebagai tokoh penting dalam gerakan pembebasan di negara tersebut.

Zuma juga pernah dibui selama 10 tahun bersama pahlawan anti-apartheid, Nelson Mandela, yang juga mantan Presiden Afrika Selatan. Setelah dibui tahun 1963 karena melawan sistem apartheid di Afrika Selatan, dia mengasingkan diri tahun 1975 untuk menjadi mata-mata Kongres Nasional Afrika (ANC) lalu kembali ke Afrika Selatan tahun 1990 dan naik ke kursi kepresidenan tahun 2009. Namun reputasinya jatuh akibat serentetan tuduhan korupsi.

Zuma membantah tuduhan-tuduhan korupsi itu dan bersikeras menyatakan bahwa lawan-lawan politiknya menggunakan pengadilan untuk menargetkan dirinya.

Simak video 'Kerusuhan di Afsel Usai Eks Presiden Dipenjara, Penjarahan di Mana-mana':

[Gambas:Video 20detik]