ADVERTISEMENT

Sosok Jacob Zuma, Bekas Penguasa Afrika Selatan yang Kini Dibui

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 13 Jul 2021 17:00 WIB
FILE - In this Sunday, July 4, 2021 file photo, former President Jacob Zuma addresses the press at his home in Nkandla, KwaZulu-Natal Province, South Africa. Zuma left his home to hand himself over to authorities to serve a 15-month prison term Wednesday, July 7, 2021. (AP Photo/Shiraaz Mohamed, File)
Jacob Zuma (AP Photo/Shiraaz Mohamed, File)

Dia bahkan menyebut dirinya sebagai korban konspirasi politik yang dirancang negara-negara Barat dan 'boneka' mereka di Afrika Selatan, untuk menggagalkan upayanya mengakhiri kekuatan politik orang-orang kulit putih di negaranya.

Diketahui bahwa Zuma pernah terjerat serangkaian kasus pidana bahkan sejak sebelum dia menjabat Presiden Afrika Selatan. Dia pernah didakwa atas pemerkosaan terhadap seorang teman keluarganya, namun dibebaskan dari dakwaan tahun 2006.

Dia juga menghadapi kasus korupsi terpisah yang berkaitan dengan kesepakatan senjata senilai $ 2 miliar (Rp 28,9 triliun) tahun 1999 ketika ia menjabat sebagai Wakil Presiden Afrika Selatan. Secara keseluruhan, Zuma tengah menghadapi lebih dari 15 dakwaan pemerasan, korupsi, penipuan, pengemplangan pajak dan pencucian uang. Zuma membantah semua tuduhan tersebut.

Saat ini, dia mendekam di penjara karena dinyatakan bersalah telah menghina pengadilan yang terdiri atas hakim-hakim paling senior di Afrika Selatan.

Mahkamah Konstitusi menjatuhkan vonis 15 bulan penjara terhadap Zuma karena dia mengabaikan perintah untuk hadir di hadapan penyelidikan resmi yang tengah menyelidiki serangkaian dugaan korupsi yang dihadapi Zuma selama 9 tahun masa kepresidenannya.

Salah satunya kasus korupsi yang menuduh Zuma mengizinkan tiga pengusaha kelahiran India -- Atul, Ajay, dan Rajesh Gupta -- menjarah sumber daya negara dan mempengaruhi kebijakan pemerintah Afrika Selatan.

Bagi para pengkritiknya, Zuma sang pejuang kebebasan dari keluarga miskin di pinggiran Afrika Selatan telah menjadi mabuk kekuasaan begitu perjuangan untuk kebebasan berhasil, dan -- bersama dengan rekan-rekan bisnisnya -- menjarah kekayaan negara dalam skala besar.

Kerusuhan memanas di Afrika Selatan saat Pengadilan Tinggi negara itu menggelar sidang pada Senin (12/7) waktu setempat untuk mendengar permohonan Zuma untuk membatalkan vonis penjara 15 bulan yang diterimanya. Hakim juga akan memutuskan apakah akan memperkuat atau mencabut perintah penangkapannya.

Dengan Zuma tetap memberikan perlawanan di pengadilan, kini yang menjadi pertanyaan adalah, apakah nantinya dia akan menang dan kembali menghirup udara bebas? Atau apakah dia akan memiliki gelar terbaru sebagai tahanan dengan level paling tinggi di Afrika Selatan?


(nvc/ita)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT