Corona Mengganas Usai Pembatasan Dicabut, PM Belanda Minta Maaf

ADVERTISEMENT

Corona Mengganas Usai Pembatasan Dicabut, PM Belanda Minta Maaf

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 13 Jul 2021 13:51 WIB
Dutch Prime Minister Mark Rutte of the VVD Liberal party attends a debate in The Hague, Netherlands, March 14, 2017.       REUTERS/Robin Van Lonkhuijsen/Pool
Mark Rutte (dok. REUTERS/Robin Van Lonkhuijsen/Pool)

Jumlah kasus Corona di Belanda melonjak ke angka tertinggi sepanjang tahun 2021 dalam beberapa hari terakhir, sejak keputusan membuka kembali sepenuhnya bar, restoran dan kelab malam diumumkan dua pekan lalu.

Sistem pemeriksaan kesehatan dan tes Corona wajib untuk masuk ke bar, restoran dan kelab malam diberlakukan, namun tidak efektif dengan terlalu banyaknya orang-orang yang pergi keluar malam setelah berbulan-bulan lockdown.

Sejauh ini, lonjakan kasus Corona tidak memicu kenaikan jumlah pasien di rumah sakit, mengingat kebanyakan kasus baru terdeteksi di kalangan anak muda yang cenderung tidak sakit parah, dan sebagian besar, warga lanjut usia yang lebih rentan telah divaksinasi.

Namun Menteri Kesehatan Belanda, Hugo de Jonge, menyatakan bahwa rendahnya angka rawat inap saat ini bisa terancam dengan adanya kenaikan kasus yang 'belum pernah terjadi sebelumnya'.

Selain meminta maaf kepada rakyatnya, Rutte juga mengakui bahwa kinerjanya bukanlah yang terbaik. "Kami diminta untuk merefleksikan keputusan kami sendiri. Tidak benar bahwa kami tidak melakukannya," tandasnya.


(nvc/ita)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT