Korut Kritik Bantuan Kemanusiaan AS sebagai Skema Politik Jahat

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 12 Jul 2021 13:38 WIB
Kota Hanoi dipilih menjadi lokasi pertemuan dua pemimpin dari Korut dan AS. Berbagai atribut menyambut dua pemimpin itu pun mulai menghiasi ibu kota Vietnam.
Ilustrasi (dok. AP Photo)
Pyongyang -

Seorang peneliti Korea Utara (Korut) mengkritik bantuan kemanusiaan Amerika Serikat (AS) sebagai 'skema politik jahat' untuk menekan negara-negara lain.

Seperti dilansir Reuters, Senin (12/7/2021), kritikan itu disampaikan setelah sekutu-sekutu AS termasuk Korea Selatan (Korsel) menyebut bantuan vaksin virus Corona (COVID-19) atau bantuan lainnya bisa memajukan kerja sama.

Kementerian Luar Negeri Korut mempublikasikan kritikan itu dalam situs resmi mereka pada Minggu (11/7) waktu setempat, yang menjadi indikasi jelas bahwa itu merupakan pemikiran pemerintah Korut.

Kang Hyon Chol yang diidentifikasi sebagai peneliti senior pada Asosiasi untuk Promosi Ekonomi dan Pertukaran Teknologi Internasional yang berafiliasi dengan kementerian, menyebut serangkaian contoh dari berbagai negara yang menurutnya menyoroti praktik AS dalam mengaitkan bantuan dengan tujuan kebijakan luar negeri atau tekanan isu hak asasi manusia (HAM).

"Ini dengan jelas mengungkapkan bahwa niat tersembunyi Amerika untuk mengaitkan 'bantuan kemanusiaan' dengan 'isu hak asasi manusia' adalah untuk melegitimasi tekanan mereka terhadap negara-negara berdaulat dan mewujudkan skema politik jahat mereka," tulis Kang dalam kritikannya.

Di antara contoh yang dia sebutkan adalah menurunnya bantuan Amerika untuk pemerintah Afghanistan, di mana AS menarik pasukan terakhirnya dalam beberapa pekan ke depan.

"Dalam praktik sebenarnya, banyak negara merasakan kepahitan akibat berharap banyak pada 'bantuan' dan 'bantuan kemanusiaan' Amerika," imbuh Kang.