10 Anggota Ikhwanul Muslimin Dibui Seumur Hidup di Mesir

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 12 Jul 2021 13:22 WIB
FILE PHOTO: Muslim Brotherhoods leader Mohamed Badie shouts solgans against the Interior Ministery behind bars during the trial of 738 brotherhood members for their armed sit-in at Rabaa square, at a court on the outskirts of Cairo, Egypt May 31, 2016. -/File Photo
Pengadilan Mesir memperkuat vonis penjara seumur hodup untuk Ketua Ikhwanul Muslimin, Mohamed Badie dan sembilan terdakwa lainnya (dok. REUTERS/File Photo)
Kairo -

Pengadilan Mesir memperkuat vonis penjara seumur hidup yang dijatuhkan kepada 10 anggota kelompok Ikhwanul Muslimin yang kini dilarang. Vonis itu dijatuhkan terkait tindak kejahatan pembobolan penjara dan pembunuhan polisi selama revolusi tahun 2011 lalu.

Seperti dilansir AFP, Senin (12/7/2021), ketua Ikhwanul Muslimin, Mohamed Badie, dan sembilan terdakwa lainnya awalnya dijatuhi vonis penjara seumur hidup -- dibatasi 25 tahun penjara di Mesir -- tahun 2019 lalu.

Mereka dinyatakan terbukti bersalah melakukan konspirasi dengan anggota militan Hamas dari Gaza untuk menyusup ke penjara-penjara dan membebaskan para militan yang ditahan.

Selain memperkuat vonis penjara seumur hidup untuk Badie dan sembilan terdakwa lainnya, Mahkamah Agung yang merupakan pengadilan tertinggi dalam sistem peradilan Mesir, juga membebaskan delapan anggota Ikhwanul Muslimin lainnya yang 'berpangkat rendah'.

Delapan orang itu sebelumnya divonis 15 tahun penjara atas tindak kekerasan saat revolusi terjadi, yang melengserkan Hosni Mubarak.

Mubarak digantikan oleh Mohamed Morsi yang berasal dari Ikhwanul Muslimin.

Namun militer Mesir yang dipimpin oleh Abdel Fattah al-Sisi yang kini menjabat Presiden Mesir, menggulingkan Morsi di tengah unjuk rasa massal menentang kepemimpinannya.