Ngeri! Nenek di Belgia Meninggal Akibat Infeksi Dua Varian COVID-19

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 11 Jul 2021 12:43 WIB
Transferring a patient from the emergency area into the ICU
Ilustrasi (Foto: Getty Images/Tempura)
Brussels -

Seorang nenek berusia 90 tahun meninggal dunia usai terinfeksi COVID-19. Namun, nenek asal Belgia tersebut diketahui terinfeksi dua varian Corona sekaligus, yakni varian Alpha dan Beta.

"Kedua varian ini menyebar di Belgia pada saat itu, jadi kemungkinan wanita itu terinfeksi virus yang berbeda dari dua orang yang berbeda," kata ahli biologi molekuler dari rumah Sakit OLV, yang memimpin penelitian, Anne Vankeerberghen, seperti dilansir AFP, Minggu (11/7/2021)

"Sayangnya, kita tidak tahu bagaimana dia terinfeksi." lanjutnya.

Menurut para peneliti di Belgia, peristiwa tersebut merupakan fenomena langka. Namun tidak melepas kemungkinan terjadi dua infeksi sekaligus.

Wanita yang diketahui belum divaksin tersebut memang tinggal sendiri. Ia kemudian dirawat di Rumah Sakit OLV di kota Aalst, Belgia.

Saat dirawat, kadar oksigennya cukup baik di awal. Namun kondisinya kian menurun dengan cepat hingga meninggal dunia lima hari kemudian.

Saat di tes, staf rumah sakit dikagetkan dengan penemuan dua varian, yakni Alpha yang berasal dari Inggris dan varian Belta yang dideteksi pertama kali di Afrika Selatan tersebut.

Menurut Vankeerberghen, sulit mengatakan apakah koinfeksi berperan dalam cepatnya penurunan kondisi pasien.

Penelitian, yang belum diserahkan ke jurnal medis untuk publikasi, sedang dipresentasikan di Kongres Mikrobiologi Klinis & Penyakit Menular Eropa.

Dalam siaran pers, Vankeerberghen mengatakan tidak ada kasus serupa yang terjadi di Belgia. Namun pihaknya menambahkan bahwa "fenomena itu mungkin kerap diremehkan".

Simak juga 'Tips Tangkal Varian Delta yang Dominasi 87% Pasien COVID-19 di Jakarta':

[Gambas:Video 20detik]