Presiden Haiti Dibunuh, PBB Didesak Segera Adakan Pertemuan Dewan Keamanan

Farih Maulana Sidik - detikNews
Kamis, 08 Jul 2021 00:49 WIB
Port-au-Prince -

Perdana Menteri (PM) Haiti Claude Joseph mendesak PBB untuk mengadakan pertemuan dewan keamanan. Pertemuan itu untuk membahas mengenai situasi negara Karibia sesegera mungkin setelah pembunuhan Presiden Haiti Jovenel Moise oleh orang-orang bersenjata di rumahnya.

"Komunitas internasional untuk meluncurkan penyelidikan atas pembunuhan itu dan agar PBB mengadakan pertemuan dewan keamanan," ucap Joseoh dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir dari Reuters, Kamis (8/7/2021).

Untuk diketahui, Presiden Jovenel Moise, tewas dibunuh dalam serangan di kediaman pribadinya pada Rabu (7/7) dini hari. Istrinya atau Ibu Negara Haiti, Martine Moise, juga dilaporkan terkena tembakan, namun berhasil selamat.

Atas peristiwa pembunuhan itu, Claude Joseph selaku PM interim Haiti, kini mengambil alih kepemimpinan sementara.

Dia menuturkan bahwa Martine terkena tembakan hingga mengalami luka-luka saat sekelompok orang menyerbu kediaman kepresidenan Haiti pada dini hari, sekitar pukul 01.00 waktu setempat. Menurut Joseph, Martine kini tengah menjalani perawatan medis di rumah sakit setempat. Kondisi pasti dari sang Ibu Negara Haiti tidak dijelaskan lebih lanjut.

Tidak dijelaskan secara detail soal aksi penyerangan yang berujung kematian Moise. Dalam pernyataannya, Joseph hanya menyebut Moise yang berusia 53 tahun tewas dibunuh dalam serangan yang didalangi sekelompok orang.

Belum diketahui secara pasti pihak atau kelompok di balik pembunuhan Presiden Haiti ini.

Lebih lanjut, Joseph mengimbau publik Haiti tetap tenang. Dia juga menegaskan bahwa polisi dan militer Haiti akan memastikan keselamatan warga.

"Semua langkah telah diambil untuk memastikan kelangsungan negara dan untuk melindungi bangsa. Demokrasi dan Republik ini akan menang," tegasnya seperti dilansir The Daily Beast.

Joseph dalam pernyataannya mengecam tindak penyerangan yang disebutnya sebagai 'tindakan menjijikkan, tidak manusiawi dan barbar'.



(fas/fas)