Afrika Selatan Setujui Penggunaan Vaksin Sinovac COVID-19

Dwi Andayani - detikNews
Minggu, 04 Jul 2021 04:07 WIB
A dose of the Phase 3 Novavax coronavirus vaccine is seen ready for use in the trial at St. Georges University hospital in London Wednesday, Oct. 7, 2020. Novavax Inc. said Thursday Jan. 28, 2021 that its COVID-19 vaccine appears 89% effective based on early findings from a British study and that it also seems to work — though not as well — against new mutated strains of the virus circulating in that country and South Africa. (AP Photo/Alastair Grant)
Ilustrasi Vaksin (Foto: AP/Alastair Grant)
Jakarta -

Afrika Selatan telah menyetujui vaksin sinovac China untuk melawan penyebaran COVID-19. Afrika Selatan diketahui saat ini tengah menghadapi gelombang infeksi ketiga.

"Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada otoritas pengatur kami atas rasa urgensi mereka, termasuk mengurangi waktu penyelesaian untuk memproses aplikasi pendaftaran ... (vaksin) COVID-19," ujar Menteri kesehatan Afrika Selatan Mameloko Kubay dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Reuters, Minggu (4/7/2021).

Lonjakan infeksi telah membuat rumah sakit kewalahan, terutama di kota utama Johannesburg. Serta membuat petugas kesehatan bekerja keras berjuang untuk menemukan tempat tidur yang cukup untuk pasien yang sakit kritis.

Disebut lebih dari 5% orang Afrika Selatan telah divaksinasi, atau 3,3 juta orang dari populasi yang hanya kurang dari 60 juta. Sejauh ini tercatat telah terjadi 2 juta kasus.

Rendahnya tingkat vaksinasi di Afrika Selatan disebabkan oleh berbagai faktor. Diantaranya pemerintah harus menghancurkan 2 juta vaksin Johnson & Johnson yang terkontaminasi, birokrasi lambat, dan negara-negara kaya mengimunisasi warganya sendiri terlebih dahulu sementara negara berkembang menunggu dosisnya.

Presiden Cyril Ramaphosa telah mengimbau perusahaan obat barat dan pemerintah sekutu mereka untuk sementara mengesampingkan paten vaksin sehingga negara lain dapat memproduksinya.

Simak video 'Mengenal Varian Corona Lambda yang Tengah Diselidiki WHO':

[Gambas:Video 20detik]



(dwia/dwia)