Round-Up

Bayang-bayang Temuan Seribuan Kuburan Anak Saat Peringatan Hari Kanada

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 02 Jul 2021 22:21 WIB
Lorelei Williams places one of 215 pairs of childrens shoes on the steps of the Vancouver Art Gallery as a memorial to the 215 children whose remains have been found buried at the site of a former residential school in Kamloops,  in Vancouver, British Columbia, Canada on Friday, May 28, 2021. Chief Rosanne Casimir of the Tkemlups te Secwépemc First Nation said in a news release Thursday that the remains were confirmed last weekend with the help of a ground-penetrating radar specialist.  (Darryl Dyck/The Canadian Press via AP)
Foto: AP Photo/Darryl Dyck
Ottawa -

Peringatan Hari Kanada atau Canada Day yang harusnya jatuh pada 1 Juli dibatalkan. Pembatalan ini gara-gara temuan lebih dari 1000 kuburan anak tanpa nama di dekat bekas sekolah asrama untuk anak-anak pribumi.

Hari Kanada biasanya diwarnai dengan pesta kembang api dan barbeku. Namun, kini kemeriahan itu tak akan terjadi tahun ini.

Sejumlah kecaman mengalir deras di media sosial. Tagar #CancelCanadaDay menjadi trending di media sosial pada Kamis (1/7) waktu setempat. Bendera setengah tiang dikibarkan di Ottawa.

"Kita sebagai warga Kanada harus jujur dengan diri kita soal masa lalu kita," cuitan salah satu warga.

Shoes line the edge of the Centennial Flame on Parliament Hill in memory of the 215 children whose remains were found at the grounds of the former Kamloops Indian Residential School at Tk'emlups te Secwépemc First Nation in Kamloops, British Columbia, on Sunday, May 30, 2021, (Justin Tang/The Canadian Press via AP)Foto: AP/Justin Tang

Peringatan 154 tahun Konfederasi Kanada jatuh sehari setelah 182 makam tanpa nama ditemukan di dekat bekas sekolah asrama di British Columbia, di mana anak-anak pribumi dipaksa berasimilasi dan disiksa bertahun-tahun lalu.

Temuan itu menjadi yang terbaru dari serangkaian temuan mayat yang memicu kemarahan publik. Sebelumnya, sekitar 751 makam serupa ditemukan di dekat bekas sekolah di Marieval, Provinsi Saskatchewan, pekan lalu dan sekitar 215 makam lainnya ditemukan di dekat bekas sekolah lainnya di Kamloops, pada akhir Mei.

Candles are lit during a vigil in Toronto on Sunday May 30, 2021, for the 215 Indigenous children, whose remains were uncovered on the grounds of a former residential school near Kamloops, British Columbia. The discovery of a mass grave was announced late on Thursday by the Tk'emlups te Secwépemc people after the site was examined by a team using ground-penetrating radar. (Chris Young/The Canadian Press via AP)Foto: AP Photo/Chris Young

Pembatalan peringatan Hari Kanada di wilayah British Columbia setelah anggota dewan kota Victoria secara bulat memutuskan pembatalan untuk perayaan virtual yang sudah direncanakan sebelumnya.

Demonstrasi

Di Toronto, demonstran menggelar aksi mendukung komunitas masyarakat adat pada Kamis (1/7) pagi waktu setempat, dengan kebanyakan membawa slogan berbunyi 'Tidak ada kebanggaan dalam genosida'. Ribuan demonstran lainnya beraksi di Montreal dengan membawa slogan berbunyi 'Selamat hari penyangkalan'.

"Hari Kanada seperti merayakan genosida," tutur salah satu wanita dari komunitas Innu, Olivia Lya (22).

Candles are lit during a vigil in Toronto on Sunday May 30, 2021, for the 215 Indigenous children, whose remains were uncovered on the grounds of a former residential school near Kamloops, British Columbia. The discovery of a mass grave was announced late on Thursday by the Tk'emlups te Secwépemc people after the site was examined by a team using ground-penetrating radar. (Chris Young/The Canadian Press via AP)Foto: AP Photo/Chris Young

"Siapa saja yang merayakan Kanada pada 1 Juli berarti merayakan penindasan," sebut penyelenggara Montreal Native Women's Shelter, Nakuset, dalam pernyataannya.


Genosida Budaya

Diketahui, pada awal 1900-an, sebanyak 150.000 anak masyarakat adat, Inuit, dan Metis dipaksa bersekolah di 139 sekolah asrama. Dalam kesehariannya, anak-anak tersebut mendapatkan dianiaya secara fisik dan seksual.

The former Kamloops Indian Residential School is seen on Tk'emlups te Secwépemc First Nation in Kamloops, British Columbia, Canada on Thursday, May 27, 2021. The remains of 215 children have been found buried on the site of the former residential school in Kamloops.  (Andrew Snucins/The Canadian Press via AP)Foto: AP Photo/Andrew Snucins

Menurut komisi penyelidikan yang menyimpulkan Kanada melakukan 'genosida budaya', lebih dari 4.000 anak meninggal karena penyakit dan ditelantarkan di sekolah-sekolah asrama tersebut.

"Temuan mengerikan... mendesak kita untuk merefleksikan kegagalan historis negara kita, dan ketidakadilan yang masih ada untuk masyarakat adat dan banyak lainnya di Kanada," ucap Perdana Menteri (PM) Justin Trudeau dalam pernyataan pada Kamis (1/7) waktu setempat.

(isa/aik)