PM Malaysia Dilarikan ke Rumah Sakit, Rapat Kabinet Dibatalkan

Rita Uli Hutapea - detikNews
Rabu, 30 Jun 2021 12:03 WIB
Presiden Partai Pribumi Malaysia Bersatu Muhyiddin Yassin diangkat sebagai Perdana Menteri Malaysia. Ia gantikan Mahathir Mohamad yang sebelumnya undurkan diri.
Perdana Menteri (PM) Malaysia Muhyiddin Yassin (AP Photo)
Jakarta -

Perdana Menteri (PM) Malaysia Muhyiddin Yassin dilarikan ke rumah sakit di Kuala Lumpur, ibu kota Malaysia pada Rabu (30/6) pagi waktu setempat.

Kantor Perdana Menteri (PM), dalam sebuah pernyataan Rabu, mengatakan Muhyiddin dirawat di RS setelah menderita diare sejak Selasa (29/6).

"Dia dirawat di rumah sakit di Kuala Lumpur pada Rabu untuk perawatan dan observasi," demikian pernyataan kantor PM seperti diberitakan media Malaysia, The Star, Rabu (30/6/2021).

Belum ada keterangan lebih lanjut mengenai kondisi pemimpin negeri jiran itu. Dilaporkan bahwa rapat mingguan Kabinet yang seharusnya digelar hari ini telah dibatalkan karena Muhyiddin harus dirawat di rumah sakit.

Hal ini dibenarkan oleh seorang ajudan perdana menteri.

Sebelumnya pada Minggu (27/6) waktu setempat, PM Muhyiddin mengumumkan bahwa Malaysia memperpanjang fase 1 lockdown nasional untuk membatasi penyebaran Corona. Lockdown seharusnya berakhir Senin (28/6), namun PM Muhyiddin menegaskan lockdown tidak dilonggarkan hingga angka harian Corona turun di bawah 4.000 kasus.

Dalam pernyataan terpisah, Menteri Senior Urusan Pertahanan, Ismail Sabri Yaakob, menjelaskan bahwa fase 1 lockdown atau perintah pengendalian pergerakan (MCO) akan diberlakukan hingga tiga indikator ambang batas tercapai.

Ketiga indikator itu terdiri atas jumlah angka kasus harian Corona turun di bawah 4.000, tingkat penggunaan tempat tidur di unit perawatan intensif (ICU) mencapai level moderat, dan 10 persen populasi telah menerima dua dosis suntikan vaksin Corona.

Pada Senin (28/6) waktu setempat, Malaysia mencatat 5.218 kasus Corona dalam sehari. Total lebih dari 735.000 kasus Corona tercatat di berbagai wilayah Malaysia sejauh ini, dengan lebih dari 4.900 kematian.

Lihat juga video 'Malaysia Perpanjang Lockdown, Ini Kata Warganya':

[Gambas:Video 20detik]



(ita/ita)