Round-Up

Jurus Malaysia Pakai Hukum Syariah Demi Gaya Hidup LGBT Tergerus

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 26 Jun 2021 05:35 WIB
Workers put up a Malaysian flag ahead of the 27th Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) Summit at the Kuala Lumpur convention center on November 18, 2015.  Malaysia will host the 27th ASEAN summit from November 18-22.    AFP PHOTO / MANAN VATSYAYANA (Photo by MANAN VATSYAYANA / AFP)
Foto: Bendera Malaysia (AFP/MANAN VATSYAYANA)
Kuala Lumpur -

Pemerintah Malaysia nampaknya terusik dengan gaya hidup lesbian, gay, biseksual dan transgender atau LGBT. Amandemen hukum syariah mengemuka agar ada hukuman tegas terkait gaya hidup LGBT.

Muncul usulan dari satuan tugas pemerintah Malaysia untuk amandemen terhadap hukum syariah yang akan mengizinkan tindakan tegas bagi pengguna media sosial atau medsos yang menghina Islam dan mempromosikan gaya hidup LGBT.

Deputi Menteri Urusan Agama Ahmad Marzuk Shaary menyatakan bahwa amandemen hukum pidana syariah diusulkan sebagai respons terhadap posting-an media sosial yang merayakan komunitas LGBT sebagai bagian dari Pride Month pada bulan Juni ini.

"Kami mendapati bahwa pihak-pihak tertentu mengunggah status dan grafis yang menghina Islam di media sosial dalam upaya mereka mempromosikan gaya hidup LGBT," sebut Ahmad Marzuk dalam pernyataannya seperti dilansir Reuters, Jumat (25/6/2021).

Ahmad Marzuk menyatakan bahwa amandemen yang diusulkan akan memampukan badan penegak hukum untuk mengambil tindakan terhadap setiap Muslim 'yang menghina agama Islam' dan melakukan pelanggaran pidana syariah lainnya 'dengan menggunakan fasilitas jaringan, layanan jaringan atau layanan aplikasi'.

Malaysia memiliki sistem hukum jalur ganda, dengan hukum pidana Islam dan hukum keluarga berlaku bagi Muslim bersamaan dengan hukum sipil.

Lihat juga video 'Isu Paus Dukung LGBT Berawal dari Film Ini':

[Gambas:Video 20detik]



Simak selengkapnya, di halaman selanjutnya: