PBB Serukan Israel Hentikan Perluasan Permukiman Yahudi Segera!

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 25 Jun 2021 12:14 WIB
An Israeli settler looks out of a window at the outpost of Eviatar near the northern West Bank town of Nablus, Monday, June 21, 2021. Settlers established the outpost last month and say it is now home to dozens of families. Palestinians say it is built on private land and fear it will grow and merge with other large settlements nearby. (AP Photo/Sebastian Scheiner)
Ilustrasi -- Permukiman Yahudi di Tepi Barat (AP Photo/Sebastian Scheiner)

Israel sendiri membantah permukiman yang dibangunnya di wilayah Palestina yang didudukinya itu ilegal.

Baik Guterres maupun Wennesland juga menyerukan agar otoritas Israel menghentikan penghancuran rumah-rumah dan properti warga Palestina, serta penggusuran warga Palestina. "Dan menyetujui rencana yang akan memampukan komunitas ini membangun secara legal dan memenuhi kebutuhan pembangunan mereka," sebut keduanya.

Diketahui bahwa resolusi Dewan Keamanan PBB tahun 2016 juga menyerukan langkah-langkah segera untuk mencegah semua tindak kekerasan terhadap warga sipil dan mendorong Israel dan Palestina untuk menahan diri dan tidak melakukan tindakan provokatif, penghasutan dan retorika yang menyulut konflik.

Resolusi itu juga menyerukan semua pihak untuk meluncurkan perundingan soal masalah status akhir dan mendorong upaya-upaya diplomatik internasional dan regional yang diintensifkan demi membantu mengakhiri konflik Israel-Palestina dan mencapai solusi dua negara di mana Israel dan Palestina hidup berdampingan dalam damai.

Guterres dan Wennesland memperjelas bahwa selama 4,5 tahun berlalu, tidak ada komitmen dalam resolusi itu yang dipenuhi.


(nvc/ita)