Corona Diprediksi Sudah Mulai Menyebar di China pada Oktober 2019

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 25 Jun 2021 10:25 WIB
Tim peneliti WHO mendatangi Wuhan,China, untuk selidiki asal-usul virus Corona. Salah satu lokasi yang ddatangi tim peneliti WHO adalah Pasar Baishazhou.
Ilustrasi -- Momen saat tim pakar WHO mengunjungi pasar di Wuhan sebagai bagian dari penyelidikan asal-usul virus Corona beberapa waktu lalu (dok. AP Photo/Ng Han Guan)

Dalam makalah yang dirilis pekan ini dalam bentuk pracetak, Jesse Bloom dari Pusat Penelitian Kanker Fred Hutchinson di Seattle, Washington, Amerika Serikat (AS), berhasil menemukan data pengurutan genom yang dihapus dari kasus-kasus awal Corona di China.

Data itu menunjukkan bahwa sampel-sampel yang diambil dari pasar Huanan 'tidak mewakili' SARS-CoV-2 secara keseluruhan, dan merupakan varian pengurutan progenitor yang beredar lebih awal dan menyebar ke bagian China lainnya.

Para pengkritik menyebut penghapusan data itu menjadi bukti lebih lanjut bahwa China memang berusaha menutup-nutupi asal-usul virus Corona.

"Mengapa para ilmuwan meminta basis data internasional untuk menghapus data penting yang memberitahukan kita soal bagaimana COVID-19 dimulai di Wuhan?" ucap seorang peneliti pada Broad Institute Harvard, Alina Chan, dalam tulisannya via Twitter.

"Itulah pertanyaan yang bisa Anda jawab sendiri," imbuhnya.

Associate professor pada Kirby Institute, Stuart Turville, menyatakan bahwa sampel-sampel serum masih perlu diuji untuk memperkuat argumen soal asal-usul virus Corona. Kirby Institute merupakan organisasi penelitian medis Australia yang menanggapi studi yang dilakukan peneliti Universitas Kent.

"Sangat disayangkan, dengan tekanan saat ini terhadap hipotesis kebocoran laboratorium dan sensitivitas dalam melakukan penelitian lanjutan di China, mungkin perlu waktu hingga kita melihat laporan semacam itu," sebutnya.


(nvc/ita)